Usai Dihajar Massa, Anggota DPR Ini Dilempar ke Tong Sampah

Foto: Mail Online

Ukraina, Sayangi.com – Mungkin tak pernah terlintas dibenak Vitaly Zhuravsky nasibnya akan senahas ini. Pria yang berprofesi sebagai politisi sekaligus anggota parlemen Ukraina ini dikepung dan dihajar massa yang marah sebelum akhirnya dilemparkan massa ke dalam sebuah tempat pembuangan sampah.

Insiden tersebut terjadi secara mengejutkan di pelataran gedung parlemen di Kiev. Zhuravsky, tiba-tiba diserbu sekelompok di luar gedung parlemen atau DPR di Keiv, Ukraina. Melihat para demonstran emosi, politikus itu hendak lari, namun dikajar dan dilempar dengan tas. Sebelum dilempar ke tempat sampah,  Zhuravsky terlebih dulu dihujani pukulan, disiram air bahkan dilempari ban bekas yang sudah dibakar.

Anggota DPR Ukraina Dibuang ke Tempat Sampah

Zhuravsky sempat mencoba kabur dari tempat sampah itu namun kembali didorong para pengunjuk rasa sehingga terjatuh kembali ke dalam tempat sampah itu. Ia terlihat tak berkutik ketika massa menyeretnya bersama tempat sampah itu keliling kota.

Sejauh ini belum diketahui pasti penyebab aksi brutal itu. Namun menurut informasi, aksi brutal terhadap Zhuravsky itu lantaran ia menjadi salah satu pihak yang melawan aksi unjuk rasa yang tengah berlangsung. Insiden itu dipicu oleh kebijakan politikus itu yang ingin memberikan amnesti atau ampunan kepada para separatis pro-Rusia di Ukraina timur.

Kala itu Zhuravsky bermaksud mengikuti sidang parlemen pada 16 September 2014. Dalam sidang itu Ukraina ingin meratifikasi perjanjian asosiasi dengan  Uni Eropa sebagai dengan tujuan memberikan otonomi untuk wilayah pemberontak. Demikian seperti dilansir dari Daily Mail pada Rabu (17/9/2014).

A tyre is hurled into the bin hitting Vitaly Zhuravsky on the head as he begs to be released

Zhuravsky adalah anggota parlemen yang merupakan kroni dari mantan Presiden Partai Viktor Yanukovich. Dia juga mendukung untuk melakukan pembatasan ketat pada demonstran anti–pemerintah. Zhuravsky sendiri, seperti dikutip News.com.au, Rabu (17/9/2014), menjadi politikus tenar di Kiev, setelah ia mengusulkan tindakan keras terhadap legislator anti-pemerintah pada bulan Januari 2014 lalu.

Para anggota parlemen juga meratifikasi perjanjian, yang ditentang oleh mantan Presiden Viktor Yanukovych. Perjanjian itu termasuk untuk membuka jalan mengenai hubungan ekonomi dan politik lebih dalam antara Ukraina dan Uni Eropa.

Struggle: The controversial politician his held down by one of the mob as he tries to escape

“Zhuravsky pernah menjadi anggota partai mantan Presiden Viktor Yanukovych. Yanukovych digulingkan pada bulan Februari setelah ia menolak pakta Uni Eropa, yang menyebabkan protes luas di seluruh negeri,” tulis Sky News.

Dan ini merupakan penolakan untuk menandatangani perjanjian yang telah menggulingkan mantan Presiden Yanukovych dan memicu krisis di Crimea dan Ukraina timur. (SIS)