Bamsoet: Tiga Janji Sudah Diingkari Jokowi

Foto: Sayangi.com

Jakarta, Sayangi.com – Wakil Bendahara Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo menyoroti  janji-janji Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, tiga janji sudah diingkari Jokowi. Bamsoet, sapaan akrab Bambang Soesatyo, menilai bahwa pengingkaran itu mempertontonkan inkonsistensi Jokowi.

“Pertama, dari janji membangun koalisi ramping, kini berpotensi menjadi gemuk. Kedua, dari janji koalisi partai politik (Parpol) tanpa syarat, kini dialokasikan 16 jabatan menteri untuk parpol. Dan ketiga, dari janji membentuk kabinet ramping,  Jokowi justru copy paste postur Kabinet Indonesia Bersatu-II yg gendut,” kata Bamsoet dalam rilis yang diterima sayangi.com, Minggu (21/9).  

Bamsoet mengungkapkan,  sejak pencalonan hingga penetapannya sebagai presiden terpilih, Jokowi sarat janji sehingga ekspektasi publik pun terbilang tinggi. Saat ini, ketika Jokowi merancang kabinet, publik pun ingin melihat realisasi janji-janji itu. Nyaris, tak satu pun yang bisa diwujudkan Jokowi.

“Sebaliknya, yang tampak di permukaan justru inkonsistensi.   Pertanyaannya, apakah inkonsistensi Jokowi itu akan terhenti saat dia dilantik sebagai presiden, atau berlanjut sepanjang era kepresidenannya. Pertanyaan ini bukan mengada-ada, tetapi mengacu pada fakta berupa janji atau pernyataan yang dikedepankan Jokowi sendiri,” tulisnya.

Pertanyaan ini, sambung dia, memang belum perlu dijawab sekarang. Karena semua pihak harus menunggu, serta memberi kesempatan kepada Jokowi bekerja merealisasikan janji mewujudkan kesejahteraan bersama.

Namun, tambahnya, konsistensi Jokowi harus terus menerus dipersoalkan sebagai cara untuk mengingatkan presiden terpilih bahwa dia telah mengikat janji dengan semua elemen rakyat. Sekarang semuanya dalam posisi menunggu.

”Komunitas nelayan menunggu program perbaikan yang dijanjikan Jokowi. Komunitas petani menantikan program bibit dan pestisida murah, plus realisasi program pencetakan sejuta hektar lahan pertanian baru. Komunitas usaha kecil dan menengah (UKM) menunggu reralisasi kredit modal kerja berbunga murah.   Masyarakat juga ingin tahu bagaimana pemerintahan Jokowi bisa merealisasikan percepatan pembangunan infrastruktur di luar Jawa. Bahkan, yang cukup menarik untuk ditunggu adalah seperti apa gambaran tentang proyek tol laut dan bagaimana Jokowi akan merealisasikannya,” tutupnya.