Mulai November, Pengguna Facebook Dikenakan Biaya Rp 33 Ribu Perbulan?

Foto: Forbes.com

New York, Sayangi.com – Baru-baru ini beredar kabar bahwa layanan Facebook tidak gratis lagi alias berbayar mulai November mendatang. Kabar yang dilansir dari sebuah artikel di situs National Report menyebutkan bahwa para pengguna Facebook dikenakan biaya $ 2.99 atau sekitar Rp 33 ribu per bulan terhitung sejak November.

Diberitakan juga bahwa Facebook Inc akan mengeluarkan produk pelayanan baru mulai 1 November. Situs tersebut juga menyebutkan hal-hal palsu seperti pernyataan Mark Zuckerberg bahwa akan munculnya layanan berbayar bagai pengguna Facebook mulai 1 November. Di situs itu juga menuliskan tentang pembicaraan yang menyatakan rencana biaya bulanan mengutip wawancara dengan CNN dan juru bicara Facebook Paul Horner.

“Setelah berfikir panjang dan keras atas hal ini, kami memutuskan untuk mengenakan biaya bulanan. Tapi dengan pertimbangan kini facebook telah menjadi perusahaan publik dan penggunanya mencapai 1,3 miliar per Agustus tahun ini. Ini menjadi beban tersendiri. Jika kami tidak mengenakan biaya ini, Facebook menanggung beban untuk tahun mendatang,” demikian pernyataan di situs nationalreport.net, Selasa (23/9/2014) yang mengatasnamakan pendiri & CEO Facebook Mark Zuckerberg

Disitus tersebut juga disebutkan, Facebook akan  memberikan pilihan layanan tak berbayar.

“Kami tidak ingin pengguna kemudian menghapus keanggotaanya karena tidak sanggup atau enggan membayar biaya bulanan. Caranya mudah, cukup menuliskan permintaan dengan meng-update status di akun Facebook I AM POOR FACEBOOK PLEASE WAIVE MY MONTHLY FEE. Dengan disertai hastag #FacebookMonthlyFee,” demikian pernyataan di situs nationalreport.net, yang mengatasnamakan juru bicara CNN Paul Horner.

Masih mengatasnamakan pernyataan Paul Horner, situs itu menuliskan “Selanjutnya, posting ini akan diteruskan ke admin Facebook dan membebaskan dari segala biaya. Sebagai timbal baliknya, pengguna tidak bisa lagi mengakses layanan games yang tersedia di Facebook. Selain itu, pengguna juga punya pilihan mengakses Facebook tanpa biaya. Namun pengguna hanya dibatasi akses tanpa biaya selama satu jam dalam seminggu. Jika melewati batas itu, pengguna akan dikenai biaya US$0,49 per menit atau setara Rp 5.390 per menit.”

Namun ternyata itu merupakan Hoax belaka dan merupakan pemberitaan palsu. Termasuk kutipan pernyataan CEO Facebook Mark Zuckerberg dan juru bicara CNN Paul Horner juga pernyataan satire alias palsu.

Sementara itu, dari penelusuran Sayangi.com ke situs tersebut, laman disclaimer menyebut ” National Report adalah portal berita satire yang tidak mencantumkan nama asli, sebagian setengah asli dan kebanyakan adalah berita fiktif. Semua konten artikel berita di National report adalah berita palsu.”

Namun sejumlah kalangan di media sosial seperti Facebook dan Twitter sangat kecewa dan marah dengan pemberitaan-pemberitaan palsu tersebut.

“Satire tidak selalu harus berbentuk humor, postingan ini juga tidak dimaksudkan sebagai ajang melucu,” kata situs tersebut.

“Namun orang-orang dunia modern perlu memahami dan mengembangkan kemampuan untuk menguatkan informasi, dan bukan hanya menerima informasi yang dianggap selalu benar tanpa detail kebenaran lebih lanjut. Harus dipastikan bahwa informasi yang beredar adalah dari sumber berita sebenarnya, jika tidak akan menimbulkan kesenjangan serius dalam sebuah negara,” imbuh artikel di situs itu lagi.

(National Report/SIS)