Ini Alasan Ketua Golkar Jatim Dukung Pilkada Langsung

Foto: Sayangi.com

Jakarta, Sayangi.com – Sebanyak 11 orang anggota fraksi partai Golkar di DPR memilih opsi Pilkada secara langsung, berbeda dengan garis partainya yang justru merupakan motor Koalisi Merah Putih dalam memperjuangkan Pilkada lewat DPRD.

Kesebelas anggota Fraksi Golkar yang mendukung opsi Pilkada secara langsung itu antara lain Ketua DPD Golkar Jatim Zainudin Amali, Nusron Wahid, Taufik Hidayat, Chairuman Harahap, Gusti Iskandar, Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Poempida Hidayatullah.

Saat pimpinan sidang paripurna, Priyo Budi Santoso, mempersilahkan anggota fraksi Golkar yang memilih opsi pilkada langsung untuk berdiri, ia terlihat kaget melihat ada sebelas orang berdiri.

“Itu yang berdiri apa serius dengan pilihannya?” tanya Priyo yang juga merupakan Ketua DPP Partai Golkar.

Mendapat pertanyaan tersebut, kesebelas orang anggota Fraksi Golkar itu justru mengangkat tangan tanda keseriusan terhadap pilihannya.

Kepada Sayangi.com, Zainudin Amali menjelaskan alasan mengapa ia memilih opsi Pilkada secara langsung.

“Saya hanya menjalankan slogan partai Gokar yakni Suara Golkar adalah Suara Rakyat. Menjelang sidang paripurna untuk memutuskan RUU Pilkada ini, saya mendapat banyak aspirasi dari masyarakat di Jawa Timur yang mendesak agar Pilkada tetap dilakukan secara langsung sebagai perwujudan kedaulatan rakyat,” ujar Zainudin, Jum’at (26/9) dini hari.

Menurut Zainudin, Partai Golkar harus responsif dan bisa menangkap aspirasi rakyat yang sangat besar agar pemilihan kepala daerah tetap dilaksanakan secara langsung.

Sebagai partai politik, katanya, Golkar juga tidak boleh hanya mendasarkan pada hitungan peta kekuatan koalisi saat ini saja. Harus dihitung juga bagaimana peta politik ke depan. Ia khawatir, jika peta koalisi partai berubah, yang akan mengambil keuntungan setelah RUU ini diundangkan justru pihak lain.

“Kalau itu terjadi, Partai Golkar akan mengalami kerugian dua kali, yakni kehilangan simpati dari rakyat karena tidak memperhatikan aspirasi mereka sekaligus tidak menikmati hasil perjuangannya dalam memutuskan RUU Pilkada. Itu yang mendasari sikap saya untuk mendukung Pilkada langsung,” ujar Zainudin.