Pemerintah Diminta Ciptakan Budaya Kerja yang Baik

Jakarta, Sayangi.com – Pengurus Pusat Federasi Pekerja Niaga, Keuangan Bank dan Asuransi (PP FNKBA) Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (SARBUMUSI) meminta pemerintah, pengusaha dan buruh untuk bisa mewujudkan budaya kerja yang baik.

Demikian ditegaskan Sekretaris Jenderal (Sekjen) FNKBA Ayi Fahmi usai Diskusi Publik yang mengusung tema “Industri Kreatif Mendongkrak Kebangkitan Bangsa” di Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Jl.Kramat Raya 164 Jakarta Pusat, Rabu (1/10).

“FNKBA meminta kepada pemerintahan Jokowi-JK untuk bisa mewujudkan corporate culture. Tidak hanya bagi para pekerja saja. Tetapi para pengambil keputusan di perusahaan maupun aparatur birokrasi. Dan ini sejalan dengan visi besar Jokowi melalui Revolusi Mental,” tegas Fahmi.

Ia menjelaskan, seharusnya Indonesia bisa lebih maju dari negara-negara di kawasan Asia. Faktanya, lanjut Fahmi, Indonesia selalu menjadi pasar sekaligus pangsa potensial bagi produk-produk luar negeri.
 
“Contoh di Jepang, melalui budaya (tradisi) ‘samurai’, baik pekerja, pengusaha dan pemerintah bisa saling menghargai sekaligus bisa mendorong etos kerja di seluruh lini. Apa dampaknya? Potensi ini mempercepat pertumbuhan dan pemerataan ekonomi,” terang pria kelahiran Garut itu.

Fahmi menyesalkan begitu banyaknya kepentingan politik yang membuat runyam hubungan tripartite berjalan harmonis. Satu sisi, pengusaha menilai kelompok (organisasi) pekerja cenderung politis, radikal, bahkan selalu mengutamakan hak-haknya. Di sisi lain, pekerja merasa pengusaha tidak pernah mendengar aspirasi dan memperlakukan buruh secara manusiawi. Sementara itu, pemerintah sepertinya sulit membuat solusi yang tersistem. Alhasil, baik buruh maupun pengusaha mencari jalan sendiri-sendiri.
 
“Bila ingin mewujudkan budaya kerja yang baik, kita harus mencontoh Google. Perusahaan penyedia data terbesar di dunia itu memahami dan mengaplikasikan budaya kerja secara tersistem. Bagaimana pekerja merasa menjadi bagian dari perusahaan dan perusahaan pun memperlakukan pekerjanya secara manusiawi. Bahkan di Google itu disediakan ruang khusus curhat, sesama pekerja atau pekerja dengan atasannya,” ulas Fahmi.
 
Sebab itu, FNKBA berharap, pemerintahan baru bisa menciptakan budaya kerja yang tersistem. Pasalnya, Fahmi meyakini budaya saling menghormati, menghargai dan kekeluargaan merupakan jati diri bangsa Indonesia.

“Ini memang tidak mudah bagi pemerintahan Jokowi-JK. Tetapi saya yakin itu bisa diciptakan melalui berbagai instrumen yang ditawarkan pemerintah sebagai mediator atau pengusaha sebagai wahana pekerja mencari nafkah. Nah, potensi itu bisa diawali dari sektor industri kreatif, karena metode pengelolaan usahanya tidak begitu kaku dan independen,” pungkasnya.