Hendri Shalat Dua Rakaat dan Baca Yaasin Setelah Bunuh Istrinya

Magelang, Sayangi.com – Hendri Bayu Irawan (25) dibakar api cemburu hingga nekat membunuh istrinya sendiri, Rina Aprilia (24). Hendri mencekik leher istrinya hingga tewas di rumah mereka di Dusun Rejosari, Desa Grabag, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang. Anak mereka yang masih kecil bahkan diduga menyaksikan pe,bunuhan sadis itu.

Hendri mengaku kecewa kepada istrinya yang sudah selingkuh. Namun ketika ditanya, sang istri tidak mau mengaku.

Warga Desa Ngabean, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang itu menceritakan, aksi sadis Hendri dilakukan pada Selasa (30/9) dini hari. Ketika itu dirinya baru saja pulang dari mencari ikan di sungai. Tiba di rumah tanpa sengaja mendengar percakapan telepon Rina dengan seorang laki-laki di dalam rumah.

Sekitar 30 menit Hendri menyimak percakapan mesra tersebut. Hendri juga sempat mengintip Rina dari jendela dan mendapati Rina sedang mengedit foto mesra dengan seorang laki-laki di telepon pintarnya.

“Setelah itu saya panggil Rina agar membukakan pintu depan. Kemudian saya tanya dia, barusan ngobrol dengan siapa? Tapi dia tidak ngaku. Saya langsung emosi, saya cekik dia,” ujar Hendri di Mapolres Magelang, Rabu (1/10).

Hendri naik pitam, tangannya terus mencekik leher Rina meski istrinya sudah mengucap kata maaf dan hendak menjelaskan duduk perkaranya. Namun terlambat, nyawa Rina melayang, wajahnya membiru, mulut dan hidungnya mengeluarkan darah segar.

Setelah jasad Rina terkulai, Hendri mengecek denyut jantung, di pergelangan tangan dan dada istrinya itu. Termasuk, sempat membersihkan bercak darah yang keluar dari mulut dan hidung istrinya.

Setelah itu, Hendri lantas mendirikan salat dua rakaat dan membaca Alquran surat Yaasin di depan jasad istrinya.

“Lalu saya salat dua kali dan yasinan dua kali, karena saya pikir setelah kejadian ini saya sudah tidak mungkin menyolatkan dia lagi. Saya sekarang menyesal, karena anak-anak saya tidak ada yang mengasuh,” ucapnya sambil menundukkan kepala.

Hendri juga mengaku sempat membawa beberapa perhiasan korban, ponsel Blackberry, uang tunai Rp 5 juta, dan juga tablet. Namun, dia berdalih mengambil barang-barang berharga itu untuk kepentingan sekolah dua buah hatinya, Andika Refa Pratama (6) dan Dinda Sela Aquina (2).

Hendri yang sehari-hari berjualan bakso di pasar Grabag ini mengaku hubungan dengan istrinya kurang harmonis. Dia mengaku istrinya sering marah-marah jika sedang melayani pelanggan perempun dan kerap dicurigai sebagai laki-laki yang “genit”.

Sejak sebulan belakangan, keduanya pisah ranjang. Rina tinggal bersama dua anaknya di Grabag. Sedangkan Hendri di Desa Ngabean, Kecamatan Secang. Namun setiap malam, kata Hendri, dirinya masih sering pulang ke Grabag untuk menengok dua buah hatinya.

Selama pisah ranjang, Hendri mengakui telah memiliki teman dekat, Deni Mikasari, warga Pringsurat, Temanggung. Bahkan usai membunuh Rina, Hendri sempat menghubungi Deni untuk berpamitan pergi ke Jawa Timur.

Hendri ditangkap polisi dalam pelariannya ke Pulau Bali. Namun belum sampai di pulau dewata itu, Hendri mampir di sebuah pondok pesantren di Jawa Timur. Dalam pelariannya itu, Hendri mengaku sempat bermimpi bertemu almarhum Rina hingga akhirnya ia menyerahkan diri ke mapolres Pasuruan, Jawa Timur.

“Saya bermimpi ketemu Rina. Saya gelisah. Atas saran pengasuh pondok pesantren, saya lalu menyerahkan diri ke polres terdekat,” ungkap Hendri.

Kini, Hendri mendekam di sel tahanan Polres Magelang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Hendri terancam Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan kekerasan dan pasal 44 KUHP tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dengan ancaman pidana 15 tahun penjara.