Mengharukan! Pria Ini Gendong Ayahnya Selama Menjalankan Haji

Foto: Dailymail

India, Sayangi.com – Betapa besar cinta orangtua kepada anaknya, namun pria ini pun membuktikan bahwa cinta anak juga bisa begitu besar kepada orangtuanya. Diusianya yang setengah abad, Mohammed Rasheed (50) memilih untuk menggendong Ayahnya yang berusia 80 tahun saat dan sepanjang menunaikan ibadah haji di Tanah Suci baru-baru ini.

Pria asal India itu mengaku sebenarnya bisa saja¬† sang ayah menggunakan kursi roda, namun “bahu saya lebih nyaman bagi dia,” ujar Rasheed kepada harian lokal Al Watan, seperti dilansir India Times, Kamis (9/10).

Sepanjang menunaikan ibadah haji, Rasheed benar-benar tidak membiarkan sang Ayah turun dari gendongannya.

“Saya sudah berjanji tidak akan membiarkan kaki ayah menapak tanah dalam menjalankan rukun-rukun haji seperti tawaf (keliling Kabah), sai (berjalan bolak balik antara bukit Shofa dan Marwah) atau melempar jumrah,” tutur Rasheed.

Rasheed merupakan anak tunggal dari ayah yang selalu digendongnya di Tanah Suci. Sementara ibunda Rasheed sudah meninggal dunia. Rasheed mengaku kecintaannya kepada ayahanda makin mendalam seiring kepergian ibunda menghadap Yang Maha Kuasa.

“Saya menjadi lebih melekat pada ayah saya terutama setelah kematian ibuku,” tutur dia.

Rupanya, apa yang dilakukan Rasheed ini sama persis dengan apa yang dilakukan sang Ayah di masa lampau. Saat masih kecil, sang ayah selalu menggendong Rasheed ke mana pun mereka pergi.

“Ini saatnya saya membalas kasih sayang ayahanda yang selalu ditumpahkan kepada saya,” kata Rasheed.

Ayah, lanjut Rasheed, memang telah lama bermimpi untuk melaksanakan rukun Islam ke lima ini. Namun kondisi ekonomi tak memungkinkan untuk biaya berhaji.

“Saya sering bermimpi, saya melihat ayah saya berhaji dan saya menggendong dia di bahu.” ungkap Rasheed.

Tekad Rasheed pun sudah membaja. Dia masih teringat bagaimana hampir semua orang di kampungnya mengatakan niat itu tidak akan terwujud. Tapi kini, tak hanya mereka berdua, Rasheed bahkan membawa serta sang ibu tiri ke Tanah Suci.

“Ketika ayah saya berusia 80 tahun, saya memutuskan untuk membawanya berhaji dan aku tak peduli berapapun biayanya,” tandasnya. (SIS)