Buruh Tuntut Ahok Hitung Ulang KHL

Foto: Sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Ratusan buruh dari berbagai elemen kembali melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Balai Kota DKI Jakarta. Tuntutan mereka masih tetap meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menghitung ulang besaran Kebutuhan Hidup Layak (KHL) DKI.

“Kami ingin Pemprov DKI melakukan penghitungan KHL 2014,” kata Sekjen Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia, Muhammad Rusdi saat berorasi di depan Balai Kota, Jakarta, Kamis (23/10)

Salah satu yang diminta para buruh adalah menambah daftar rekreasi dalam komponen kebutuhan hidup layak (KHL) yang diajukan ke Pemprov DKI. Bila sebelumnya buruh hanya mengajukan rekreasi di Monas dan Taman Mini. Kini mereka meminta agar komponen tersebut diganti menonton di bioskop.

“Rekreasi tiket Monas & Taman Mini diubah menjadi tiket hiburan nonton bioskop XXI Rp 150.000/6 = Rp 25.000,” tulis Forum Buruh DKI dalam rilisnya yang dibagikan di depan Balaikota.

Selain itu, buruh juga meminta agar susu yang awalnya bermerek Dancow menjadi Anlene berukuran 900 gram.

Kebutuhan susu versi buruh adalah Rp 108.000, padahal survei Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, kebutuhan susu pekerja hanya Rp74.533 per bulan.

Buruh juga menuntut komponen sandang berupa celana dalam senilai Rp 15 ribu per bulan. Padahal, versi BPS hanya Rp 12.016,50 saja. Kemudian, buruh menuntut komponen makanan dan minuman dengan item sayur bayam senilai Rp 115.200 per bulan.

Massa buruh menuntut agar model pengolahan dan perhitungan data KHL yang dihasilkan BPS dikaji ulang. Berdasarkan analisa dan kajian, ditemukan berbagai permasalahan. Seperti diketahui, buruh menuntut kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2015 mendatang. Buruh keberatan dengan jumlah UMP yang diajukan oleh BPS DKI Jakarta. Buruh mengajukan kenaikan KHL untuk pekerja lajang di Ibukota sebesar Rp 3.104.683 per bulan.