Aktivis 98: Dukungan Rakyat Ke Jokowi Bisa Berbalik Menjatuhkan

Foto: Sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Salah seorang aktivis 98 Yusuf Lakaseng mengatakan tingginya dukungan rakyat terhadap Jokowi harus dimaknai sebagai dukungan kritis yang bersyarat, sehingga jika Jokowi gagal mewujudkan harapan rakyat maka dukungan besar tersebut bisa berbalik menjadi kekuatan yang potensial menjatuhkan kekuasaan.

“Jika Jokowi mengecewakan harapan publik maka gelombang dukungan publik itu akan berubah menjadi people power yang akan menjatuhkannya,” kata Yusuf Lakaseng di Jakarta, Kamis (23/10).

Yusuf juga menyayangkan penundaan pengumuman kabinet Rabu malam yang persiapannya telah dilakukan di Tanjung Priok. Ia menilai tertundanya pengumuman yang ditunggu-tunggu tersebut menyebabkan keraguan rakyat Indonesia pada kepemimpinan Jokowi.

“Rakyat berharap Jokowi langsung bekerja, jadi jangan terlalu banyak aksi simbolik yang sifatnya pencitraan,” tegas mantan Ketum Partai Rakyat Demokratik (PRD) itu.

Sebagai pendukung aktif pasangan Jokowi-JK di Pilpres 2014, Yusuf menegaskan dirinya tidak ingin Jokowi gagal dalam memimpin negeri. Apalagi Jokowi lahir dari kalangan rakyat biasa yang dipilih secara demokratis. Namun ia merasa perlu mengingatkan Jokowi agar tidak terbuai sanjungan yang pada akhirnya akan merubah kecintaan rakyat berubah jadi benci.

Menurut Yusuf, rakyat menunggu bukti bahwa Jokowi hanya tunduk pada kehendak rakyat dan konstitusi. Harapan rakyat bahwa Jokowi itu pemimpin perubahan bukan ilusi tapi segera harus jadi fakta agar seluruh rakyat merasakan manfaat demokrasi.

“‎‎Jika pada saat diumumkan ternyata yang mengisi kabinet adalah orang yang tidak memenuhi espektasi publik baik dari segi integritas dan kapasitas, maka pemerintahan jokowi hanya layak diberi kesempatan 1 tahun untuk membuktikan kemampuan pemerintahanya membuat perubahan,” ujar Yusuf.

Saat ditanya tentang langkah Jokowi yang melibatkan KPK dan PPATK dalam menyeleksi rekam jejak calon menteri, Yusuf menyebut hal itu sebagai langkah terobosan yang perlu diapresiasi. Namun ia menyayangkan keriuhan yang terjadi akibat publikasi yang dinilainya tidak perlu.

“Mestinya senyap saja, nanti setelah diumumkan baru dikasih tahu ke publik bahwa nama-nama yang diumumkan itu sudah melalui litsus oleh KPK biar gak menimbulkan kegaduhan yang tidak perlu seperti sekarang ini,” katanya.