Aneh, Di Era Jokowi, Istana Jadi Tak Bersahabat dengan Wartawan

Foto: Sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Terpilihnya Joko Widodo sebagi Presiden RI diharapkan dapat merubah kesan istana yang tadinya angker dan kaku menjadi lebih bersahabat. Terlebih, Jokowi pernah berjanji tak akan menjadikan Istana sebagai tempat eksklusif dengan menyediakan waktu khusus bagi warga yang ingin berkunjung ke dalam.
“Itu nanti kita atur waktunya. Misalnya tiap Senin atau Jumat,” kata Jokowi di hari pelantikannya, Senin (20/10).

Namu apa yang terjadi? Ketika puluhan wartawan usai meliput kegiatan Presiden Jokowi yang melakukan sambungan telepon dengan Presiden Cina Xi Jinping di Istana Merdeka, Jumat (24/10) ingin mengisi perut dengan jajan di kantin Wisma Negara yang masih berada di dalam Kompleks Istana Kepresidenan.

Namun, baru saja masuk area kantin, wartawan sudah diusir. “Wartawan silahkan jajan di kantin luar. Ini perintah dari Biro Pers,” kata seorang anggota TNI yang bertugas sebagai Komandan Komplek (Danplek).

Tidak hanya itu, pada siang hari ketika sudah memasuki waktu shalat Jumat, wartawan kembali dihadapkan pada peraturan yang mengada-ada. Untuk masuk ke dalam masjid saja, wartawan harus mendapat ijin dari pihak Istana.

“Semua wartawan yang ingin masuk ke dalam harus dapat ijin dari Biro Pers,” kata salah anggota Paspampres yang menjaga pintu masuk.

Casmo Tatilitofa, yang pernah bertugas di lingkungan Istana Kepresidenan sejak tahun 1979 hingga 2003 mengungkapkan, baru kali ini terjadi di istana, wartawan dipersulit melaksanakan shalat Jumat di Masjid Baiturrahim.
Ia mengungkapkan, di era Presiden Soekarno maupun Presiden Soeharo, masjid Baiturrahim di lingkungan Istana, terbuka untuk siapa saja.

“Di jaman Pak Harto, Mesnsesneg (Menteri Sekretaris Negara) Soedharmono dan Menseskab (Menteri Sekretaris Kabinet) Moerdiono shalat Jumatnya di luar masjid, di bawah pohon rindang hanya beberapa meter dari Istana Merdeka,” ungkapnya.

Sementara itu, Endang Mihardi, wartawan yang juga cukup lama bertugas di lingkungan Istana mengatakan, inikah kelebihan dari Kabinet Indonesia Hebat dengan kabinet lainnya yang sangat menghormati rakyatnya yang mau melaksanakan shalat Jumat di Masjid istana, termasuk para wartawan.