Ini Menteri Termuda dan Tertua di Kabinet Jokowi

Foto: Ant

Jakarta, Sayangi.com – Presiden Joko Widodo dan wakil Presiden Jusuf Kalla telah mengumumkan nama-nama menteri yang menduduki kabinet kerja pada Minggu (26/10). Diantara 34 menteri yang diangkat Jokowi, anggota kabinet yang termuda adalah Puan Maharani yang menjabat sebagai Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Puan dilahirkan di Jakarta pada 6 September 1973. Terlahir dalam keluarga politisi membuat Puan sejak kecil sudah terbiasa dengan hingar bingar panggung politik. Pada Periode 2009 – 2014 Puan menjabat sebagai Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI. Di DPR, Puan Maharani berada di Komisi VI yang mengawasi BUMN, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, serta anggota badan kelengkapan dewan BKSAP (Badan Kerjasama Antar Parlemen). Ia juga terpilih sebagai anggota DPR periode 2014 – 2019.

Cucu dari Presiden Pertama RI, Soekarno dan anak dari Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri dari pernikahannya dengan Ketua MPR RI ke-12, Taufiq Kiemas ini sudah mengenal dunia politik sejak usia sangat muda. Ia merupakan Sarjana Ilmu Komunikasi lulusan Universitas Indonesia dan ia meneruskan tradisi politik dalam keluarga Soekarno.

Sementara itu, anggota kabinet yang tertua adalah Prof.dr.Nila Djuwita F.Moeloek, Sp.M yang dipilih sebagai Menteri Kesehatan.

Nama Nila Moeloek memang tidak asing di dunia kesehatan. Terlebih, dokter spesialis mata ini pernah diproyeksikan menjadi menteri kesehatan di Kabinet Indonesia Bersatu II era Susilo Bambang Yudhoyono. Tanpa alasan yang jelas, ia batal dilantik meski sudah mengikuti proses seleksi.

Nila lahir di Jakarta 11 April 1949 dan menjadi salah satu staf ahli divisi tumor mata di RSCM Kirana Jakarta. Ia merupakan istri dari dr.Farid Anfasa Moelok, menteri kesehatan pada Kabinet Reformasi Pembangunan di bawah kepemimpinan Presiden BJ.Habibie. Pasangan ini dikaruniai 3 anak, Muh.Reiza, Puti Alifah, dan Puti Annisa.

Selain masih aktif mengajar di program doktor pasca sarjana Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Nila juga dipercaya menjadi Utusan Khusus Presiden RI untuk Millenium Development Goals (MDGs). Bekal pengalaman tersebut tampaknya dianggap cukup oleh Presiden Joko Widodo untuk mempercayakan tugas-tugas di kementrian kesehatan kepada Nila.

Ketika memperkenalkan jajaran menteri di kabinetnya, Presiden Jokowi menyebut Nila sebagai seseorang yang kaya pengalaman. “Ia adalah senior yang sangat berpengalaman,” katanya di halaman Istana Negara, Minggu (26/10).