Pemecatan Besar-besaran di PD, Pasek: Mereka Lebih Layak Dipecat

Foto: Sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Partai Demokrat melalui Mahkamah Partai melakukan pemecatan besar-besaran terhadap delapan kadernya yang saat ini menjadi anggota DPR RI. Pemecatan tersebut diduga untuk memuluskan sejumlah nama untuk menjadi anggota DPR RI.

Politisi Partai Demokrat yang kini jadi Anggota DPD RI Gede Pasek Suardika dalam akun twitternya menyebut delapan anggota yang dipecat Mahkamah Partai Demokrat adalah Rooslynda Marpaung diganti Jhonny Allen Marbun, Ambar Tjahyono diganti Roy Suryo, Nasyit Uma diganti M Jafar Hafsah, Wahyu Sanjaya diganti Juhaini Alie (adik Marzuki Alie), Amin Santono diganti Didi Irawadi Syamsudiin, Fandi Utomo diganti Lucy Kurniasari, Rudi H Bangun diganti Hinca Pandjaitan, dan Verna Gladys diganti Andi Saiman.

Menurut Pasek, SK pemecatan mereka sudah keluar dari Mahkamah Partai yang dipimpin ketuanya Amir Syamsudin dan merupakan ayah Didi Irawadi.

“Pemecatan ini unik dan aneh. Saya dapat info dari tokoh PD yang sedih melihat prilaku pengelolaan partai yang ugal-ugalan dan jauh dari politik bersih cerdas dan santun. Partai harus diselamatkan,” jelas Pasek, dalam akun twitternya.

Pasek prihatin atas pemecatan tersebut karena delapan kader demokrat itu telah menang dalam Pemilu Legislatif dan telah ditetapkan oleh KPU. Bahkan semua keberatan atas semua proses demokrasi telah selesai di tingkat DKPP dan Mahakamah Konstitusi.

Pasek juga meminta para elit partai yang kalah dalam pileg untuk introspeksi diri dan tidak menggunakan kekuasaan untuk mengamputasi kader lainnya.

“Apa tidak malu, sebagai elit, pengelola partai dan selalu bicara demokrasi, politik bersih cerdas dan santun kok malah prilakunya seperti gerombolan yang mau Menang sendiri, suka-suka sendiri seakan hanya mereka saja yang berhak mengatur semau mereka. Partai harus diselamatkan,” lanjut Pasek.

Sekjen Ormas Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) itu juga mempersoalkan karena Mahkamah Partai tidak memutuskan apa-apa soal kasus Jero Wacik, soal Syarief Hasan terkait kasus di kemnkop UKM dan WO Paripurna atau Nurhayati soal Dugaan kasus Haji dan Walk Out di Paripurna DPR. Termasuk nama-nama lain yang disebut dalam kasus Hambalang, Migas, atau soal kasus travel cheque yang diduga melibatkan petinggi PD berinisial MS.

“Menjadi petinggi partai jadi tidak tersentuh? Apa harus begini partai dikelola? Karena itu, kembali ketua umum @SBYudhoyono harus turun tangan,” ujar Pasek.

Pasek menyayangkan jika sampai kompetisi demokrasi mati justru di partai yang bernama partai demokrat.

“Mereka yang paksakan diri pecat kader tidak bersalah hanya utk rampok jabatan DPR nya jauh lebih layak dipecat krn langgar HAM & Demokrasi,” kata Pasek.

Anggota DPR RI yang masuk dalam daftar pemecatan Mahkamah Partai Ambar Tjahyono menyerahkan keputusan pemecatan tersebut kepada Ketum Partai Susilo Bambang Yudhoyono. Ambar, yang dalam Pemilu lalu perolehan suaranya mengungungguli Roy Suryo dengan selisih sekitar 10 ribu suara mengaku tidak pernah dipanggil oleh Mahkamah Partai.

“Saya serahkan semuanya kepada Pak SBY, Saya percaya bahwa partai saya partai bagus. Saya yakin Partai Demokrat punya rasa keadilan,” kata Ambar kepada wartawan.

Sementara itu, Anggota DPR RI dari Partai Demokrat Ruhut Sitompul mengatakan, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hingga saat ini belum menyatakan sikap terkait pemecatan itu. Ruhut malah menyebut Roy Suryo sangat berambisi duduk di Senayan.

“Roy Suryo sudah kebelet. Padahal Ketua Umum Partai Demokrat (SBY) belum teken itu (surat pemecatan),” kata Ruhut kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (28/10/).