Dibully karena Rokok, Tatto dan Lulusan SMP, Ini Reaksi Mentri Susi

Foto: Ist

Jakarta, Sayangi.com – Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjihastuti akhirnya menanggapi perihal gunjingan para netizen terkait sosok nyentrik hingga ranah kehidupan pribadinya yang mencuat di pemberitaan sepanjang dua hari terakhir.

Wanita kelahiran Pangandaran, 15 Januari 1965 ini mengaku kecewa lantaran urusan dan kehidupan pribadinya terus blow up oleh sejumlah media nakal. Padahal menurutnya, dirinya diminta Presiden Jokowi untuk bekerja sebagai menteri kelautan dan perikanan, bukan untuk membicarakan perihal urusan pribadi apalagi kehidupan pribadinya.

“Saya sedikit marah karena mengganggu konsentrasi katanya saya disuruh kerja tetapi media nakal-nakal kasih komentar yang jelek-jelek. Sedikit tidak fair,” kata Susi di kantornya, Jl Medan Merdeka Utara, Jakpus, Selasa (28/10/2014).

Kendati disorot hingga ranah kehidupan pribadinya, ibu tiga anak itu mengaku tidak gentar. Bos Susi Air ini menegaskan bahwa masalah tato, rokok, bahkan hingga urusan tamatan SMP, tak akan menghambatnya untuk bekerja.

“Saya akan menunjukan saya punya tanggung jawab itu yang saya lakukan,” tegas Susi.

“Saya nggak berpendidikan sedangkan kebanyakan kabinet profesor. Orang boleh berpikir, tapi kalau boleh, saya mengklaim diri saya adalah seorang profesional,” tutur Susi.

Dalam hal ini, Susi sadar betul bahwa banyak yang akan menyoroti rekam edukasinya yang terhenti di bangku SMA. Namun, perkembangan bisnisnya di bidang pesawat dan dunia perikanan membuatnya merasa cukup profesional di bidangnya.

“‎Saya bekerja 33 tahun dan membuktikan bahwa sebuah dedikasi yang total dan komited dan semua passion membuat perusahaan yang cantik dan need dan usefull untuk masyarakat Indonesia,” sambungnya.

Seperti diketahui, Susi mendadak menjadi buah bibir di jagat maya setelah aksi cueknya merokok saat diwawancara wartawan usai pelantikan Kabinet Kerja oleh Presiden Jokowi, akhir pekan lalu. Perbincangan hangat mengenai sosok nyentrik Susi kemudian berkembang ke arah yang lebih pribadi. Susi disebut menteri metal lantaran memiliki tatto di tubuhnya.

Susi memang dikenal sebagai sosok pekerja keras. Kendati posisinya kini sebagai menteri, Susi menegaskan tak akan mengubah sikap dan gayanya yang diklaimnya tidak bisa se-feminim ibu-ibu lainnya.

“Kalau saya mau berubah seperti birokrat atau ibu-ibu yang manis dan feminim saya tidak bisa,” tegas Susi.

Tak hanya itu, Susi dirumorkan melakukan poliandri dengan memiliki 3 suami, 2 diantaranya adalah warga negara asing.

Dalam kesempatan ini, sang meteri pun membeberkan fakta sebenarnya terkait rumor tersebut. Secara tegas Susi mengatakan bahwa dirinya adalah seorang single parent. Namun, lanjut Susi, semua anak-anaknya mendapat pendidikan tinggi yang baik.

“Saya memang single parent, saya punya anak 3 dan cucu 1,” ungkap Susi.

Susi menuturkan, dirinya sudah 2 kali menikah. Namun, ia merasa tidak ada masalah dengan kehidupannya yang sebagai seorang single parent.

“Saya menikah 2 kali dan sekarang single parent. And i’m proud with my children good school dan we are the family given as a single parent. Selalu sharing sama anak, cucu dan Solihin GP (tokoh senior Jawa Barat-red),” sebutnya.

Berdasarkan penelusuran Sayangi.com di jejaring sosial, sejumlah kalangan menyampaikan kritik terhadap sosok Susi yang dianggap kurang baik lantaran kebiasaannya merokok yang mencerminkan sikap pemimpin yang tidak patut menjadi contoh. Namun banyak pula yang mengungkapkan pembelaan dan dukungannya untuk Susi.

Mereka yang membela dan mendukung Susi menilai, penampilan bukan segalanya dalam urusan kerja sebagai menteri. Selama Susi bisa bekerja demi rakyat, tak ada yang perlu diributkan dari masa lalu ataupun pola hidupnya. Sejumlah kalangan juga menilai bangga terhadap Susi yang meski dengan rekam edukasinya hanya tamatan SMP, sosok Susi berhasil dan sukses di bisnisnya hingga ditunjuk Jokowi sebagai seorang menteri.

Go ahead Indonesian’s Super Women! Do not listen to others, just work, work and work!  (SIS)