Menteri Susi Mengaku Sedih Hasil Laut Hanya Dinikmati Asing

Foto: Ant

Jakarta, Sayangi.com– Longgarnya kebijakan Indonesia yang tidak membatasi penangkapan dan pengolahan hasil laut pada akhirnya merugikan Indonesia. Melihat hal ini, Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengaku sedih dengan kondisi sektor alam laut Indonesia. Sebab, hasil laut justru dimanfaatkan orang asing.

Susi mengatakan, rakyat Indonesia sendiri tidak menikmati hasil laut. Menurutnya, Indonesia satu-satunya negara yang tidak punya regulasi kuat dalam menahan dan melarang penangkapan hasil laut. Indikatornya dilihat dari masih miskinnya nelayan.

“Cuma kita satu satunya negara tidak punya regulasi, restruction. Negara lain membatasi dan mereka datang ke Indonesia. Mereka bisa nangkap di mana-mana, they come to our water,” ucap Susi saat dialog bersama Kadin, Jakarta, Kamis (30/10).

Susi menyebut Australia dan Oman adalah contoh beberapa negara yang membatasi penangkapan atau pengolahan laut mereka. Australia telah mematikan 70 persen laut mereka yang tidak boleh dimanfaatkan lagi.

“Semua negara ada aturan, Australia 70 persen shut down, Oman juga membatasi. Indonesia tidak punya, memang ada aturan orang boleh tangkap misalnya zonasi, berapa banyak, kapan waktunya, tapi masih ada beberapa aturan belum kuat,” ungkapnya.

Melihat realita ini, Susi mengaku sagat sedih. Orang asing terus berdatangan ke Indonesia. Sementara masyarakat Indonesia tidak bisa maksimal memanfaatkan hasil lautnya sendiri.

“Di mana kita, Maluku, Sumatera, laut Hindia. Jadi ini sangat sedih, anda juga ingin berdiri di atas laut sendiri, kenapa malah orang lain yang menikmati,” imbuhnya.