Anggota DPRD DKI Gerindra Berharap Kasus Arsyad Tidak Dipolitisir

Foto: Sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta Fraksi Partai Gerindra Syarif mengaku terkejut dan prihatin dengan penangkapan seorang tukang tusuk sate bernama Muhammad Arsyad oleh Mabes Polri pada 23 Oktober 2014. Tidak lama berselang sejak penangkapan, hanya dalam waktu 24 jam kemudian setelah dilakukan pemeriksaan, Muhammad Arsyad ditetapkan menjadi tersangka.

Arsyad terancam penjara  dengan sangkaan membully calon presiden Joko Widodo di facebook pada masa kampanye pilpres sekitar bulan Juni 2014 lalu.

“Saat ini capres Jokowi sudah menjadi Presiden RI, sementara Muhammad Arsyad belum berubah, masih menjadi rakyat biasa yang kehidupan sehari-harinya masih didera oleh tekanan ekonomi dan tempat bergantung keluarganya,” kata Syarif saat mengunjungi rumah orang tua Arsyad di daerah Ciracas, Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Kamis (30/10).

Syarif mengungkapkan bahwa dirinya berasal dari Ciracas dan diberi kepercayaan oleh warga Ciracas untuk menjadi anggota DPRD DKI Jakarta. Karenanya, ia merasa memiliki tanggungjawab untuk menyikapi kasus yang menimpa Arsyad.

“Dalam hal ini saya berpendapat bahwa kasus ini sesungguhnya sangat sederhana untuk dilihat dari kaca mata rakyat biasa. Tetapi kasus ini ditangani oleh orang-orang besar dan yang dibully adalah orang besar. Maka kasus ini akhirnya menjadi heboh,” ungkapnya.

Syarif merasa prihatin menyaksikan ibunda Arsyad dalam tayangan televisi, yang bersedia sujud di hadapan presiden agar anaknya dibebaskan. Ia berharap supaya Arsyad dan keluarganya tabah menghadapi kasus ini. Ia juga meminta agar kasus ini tidak dipolitisir.

“Oleh karena itu saya mengetuk hati yang paling dalam Presiden Jokowi untuk mengambil langkah bijaksana secara tulus untuk memaafkan Arsyad tanpa terjadinya sembah sujud dari seorang ibu yang melahirkan Arsyad,” tambahnya.

“Semoga kasus ini menjadi kasus yang pertama dan terakhir di era pemerintahan Presiden Jokowi. Dan selanjutnya Presiden Jokowi agar lebih fokus pada program-program kerjanya daripada mengurusi remeh temeh seperti ini,” pungkasnya.