Jimly: KIH Jangan Takut Ada Pemakzulan Presiden

Foto: Sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof Jimly Asshiddiqie meminta agar koalisi pendukung pemerintah yakni Koalisi Indonesia Hebat (KIH) tidak perlu takut akan adanya pemakzulan terhadap Presiden Jokowi. Menurut Jimly, yang merupakan seorang ahli hukum, kedudukan presiden dalam sistem presidensil Indonesia sangat kuat.

“Tidak menduduki satu pimpinan dewan, atau alat kelengkapan dewan itu tidak apa-apa. Tidak perlu takut presiden akan di-impeach,” kata Jimly dalam sebuah diskusi di kantornya, Jakarta Pusat kemarin (Kamis, 30/10).

Hadir sebagai narasumber lainnya, dua pakar hukum tata negara, Refly Harun dan Said Salahudin.

Sering disebut Jimly, bahwa Presiden RI memiliki kedudukan lebih kuat bahkan dibandingkan praktik sistem presidensil di Amerika Serikat sekalipun. Hanya saja, tidak semua orang menyadari dan belum pernah dipraktikan.

“Gejala devided goverment itu biasa terjadi dalam sistem presidensil di seluruh dunia. Di Amerika Serikat sudah mempraktikan 2,5 abad, sering terjadi devided goverment. Mereka tetap saja maju,” tuturnya.

Selama 2,5 abad, lanjut Jimly, Amerika Serikat menjalankan sistem persidensil, tidak pernah terjadi impeachment.

“Kata orang Presiden Richard M Nixon itu digulingkan oleh parlemen, padahal bukan. Dia sebetulnya mengundurkan diri karena malu,” ungkapnya.

Diterangkan Jimly lagi, Impeach itu lebih sulit daripada perubahan Undang-Undang Dasar. Jika dalam sistem presidensil, impeach itu fasilitas konstitusional guna melindungi presiden. Impeach itu perlindungan bagi presiden. Berbeda dengan di sistem parlementer, impeach merupakan suatu ancaman. Itu yang menurut Jimly banyak tidak dipahami.

“Jadi kita ini punya kesempatan sejarah lima tahun kedepan untuk mempraktikan sistem presidensil dengan benar,” tutup Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) itu.