18 November Ahok Dilantik Jadi Gubernur

Foto: Sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Pelantikan Plt Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai gubernur definitif akan diadakan pada Selasa 18 November 2014. Demikian disampaikan Ketua Fraksi Nasdem DPRD DKI Jakarta, Bestari Barus di gedung DPRD DKI Jakarta, Sabtu (1/11).

Rencana pelantikan itu didukung oleh Fraksi PDI Perjuangan, tetapi juga dari PKB, Hanura dan Nasdem yang dikenal sebagai Koalisi Indonesia Hebat.

“Perlu menjadi catatan penting dari fraksi Nasdem, Hanura dan PKB. Kami ingin Ahok segera dilantik sebagai gubernur pada tanggal 18 November 2014 mendatang,” ujarnya.

Bestari mengatakan anggota dewan akan mengadakan rapat pimpinan dengan masing-masing fraksi di DPRD sebelum pelantikan dilakukan. Untuk itu, ia meminta kepada Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi untuk memberikan sanksi tegas bila ada pimpinan Dewan yang tidak hadir.

“Kalau sekali dua kali diundang tidak hadir, maka kami minta kepada Ketua DPRD tegas memutuskan bahwa pelantikan Ahok harus dilaksanakan segera. Sidang Paripurna tidak perlu kuorum saat pelantikan Ahok nanti sebagai gubernur,” tuturnya.

Anggota Dewan, tambahnya,  cukup menggunakan surat keputusan Menteri dalam Negeri (Mendagri) perihal pengangkatan Ahok sebagai gubernur. Bahkan, Perppu Nomor 1 Tahun 2014 Pasal 203 sudah cukup menguatkan posisi Ahok.

Isi Pasal 203 itu ialah Wakil Gubernur yang dipilih melalui UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang pemerintahan daerah secara otomatis dilantik sebagai gubernur bila gubernur terpilih berhalangan untuk tetap.

Senada dengan Bestari, Anggota DPRD dari Fraksi Hanura, Muhamad Sangaji meminta agar pimpinan DPRD DKI segera menyiapkan pelantikan Ahok sebagai gubernur. Pelantikan Ahok sah secara UU.

“Kami minta pimpinan melakukan persiapan pelantikan Ahok jadi gubernur. Tanpa gubernur segala sesuatu tidak bisa dilakukan. Kepentingan pribadi, kelompok itu mestinya diabaikan. Kepentingan masyarakat harus diutamakan,” tegasnya.