Ini Kritik Sosiolog Terhadap Tradisi “Blusukan” Menteri Jokowi

Foto: Ant

Jakarta, Sayangi.com – Sosiolog Universitas Nasional (Unas) Nia Elvina menyatakan blusukan yang dilakukan beberapa menteri Kabinet Kerja hanya menyelesaikan persoalan pada level mikro.

“Atau hanya sebatas aksi-aksi insidentil,” katanya di Jakarta, Selasa (4/11/2014).

Ia menilai blusukan menteri kurang tepat pada saat persoalan bangsa sudah sangat jelas, yaitu kesenjangan sosial dan ekonomi antara kelas atas dan bawah.

“Tindakan para menteri yang blusukan ini, maknanya akan dipahami oleh masyarakat sebagai tindakan yang hanya ingin meningkatkan image,” katanya.

Menurut dia para menteri saat ini harus memahami dengan baik persoalan-persoalan mendasar pada kabinet sebelumnya yang tidak bisa menyelesaikan persoalan makro, seperti program pembangunan masyarakat yang stagnan, koperasi mati suri, program reforma agraria yang stagnan, serta reformasi birokrasi yang belum berjalan. 

“Jika para menteri memahami persoalan ini, maka program-program mereka akan berjalan dengan baik dan didukung oleh birokrasi di pusat dan daerah dan tentunya masyarakat luas,” katanya. (An)