LSI: Mayoritas Publik Ingin DPR Tandingan Dibubarkan

Jakarta, Sayangi.com – Munculnya DPR tandingan sebagai bentuk ketidakpuasan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) mendapatkan sorotan serius dari masyarakat. Masyarakat merasa gerah dan menginginkan DPR tandingan tersebut dibubarkan.

Diketahui, DPR tandingan muncul dari sejumlah anggota legislatif terhadap pemilihan dan penentuan alat kelengkapan dewan. Partai yang tergabung dalam KIH akhirnya memilih membentuk DPR tandingan sebagai bentuk ekspresi kekecewaan.

Namun berdasarkan survei yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI), mayoritas masyarakat tidak setuju adanya DPR tandingan. Pasalnya DPR tandingan menyebabkan kinerja parlemen terhambat.

“Mayoritas responden sebesar 61,20 persen, ingin DPR tandingan yang dibentuk KIH segera membubarkan diri. Hanya 22,95 persen yang membenarkan DPR tandingan,” kata peneliti LSI, Dewi Arum di Jakarta, Kamis (6/11/2014).

Diakuinya dalam survei yang dilakukan 3-4 November 2014 menunjukkan hampir semua segmen dalam lapisan masyarakat menginginkan DPR tandingan membubarkan diri, baik yang tingal di kota maupun di desa, yang berpindidukan tinggi dan rendah, bahkan yang berpenghasilan besar maupun kecil.

Survei LSI-Denny JA dilakukan melalui quickpoll dengan menggunakan metode multistage random sampling.