Empat Tokoh Bangsa Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional

Jakarta, Sayangi.com – Empat orang yang dianggap berjasa kepada Nusa dan Bangsa dianugerahi gelar pahlawan nasional oleh pemerintah bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan 10 November 2014. Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan menganugerahi gelar tersebut, hari ini, Jumat (7/11) pukul 14.00 di Istana Negara Jakarta.

“Keempat nama itu hasil penyaringan oleh Dewan Gelar Pahlawan dari 12 tokoh berdasarkan sejumlah indikator,” kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa kemarin, Kamis (6/11).

Menurut Khofifah mekanisme penganugerahan gelar pahlawan keempat orang tersebut melalui rapat pleno gelar pahlawan nasional, sesuai UU 20/2009 tentang Gelar Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan.

Inilah keempat tokoh yang akan diberikan gelar pahlawan nasional seperti dilansir dari laman resmi Setkab RI:

1. Letjen TNI (Purn) Djamin Ginting kelahiran Tanah Karo, Provinsi Sumatera Utara, pada di Tanah Karo, Provinsi Sumatera Utara, pada 12 Januari 1921. Ia meninggal di Ottawa, Kanada, 23 Oktober 1974, pada usia 53 tahun. Ia adalah seorang pejuang kemerdekaan menentang pemerintahan Hindia Belanda di Tanah Karo.

2. Sukarni Kartodiwirjo yang lahir di Blitar, Jawa Timur, 14 Juli 1916. Sukarni meninggal di Jakarta, 7 Mei, pada usia 54 tahun. Sukarni adalah tokoh pejuang kemerdekaan yang membentuk Comite Van Aksi (semacam panitia gerak cepat) pada 18 Agustus 1945 yang tugasnya menyebarkan kabar kemerdekaan ke seluruh Indonesia.

3. HR Mohammad Mangoendiprojo kelahiran Sragen, Jawa Tengah 5 Januari 1905. Dia memimpin pergerakannya di wilayah Sidoarjo dan Surabaya dengan basis perjuangan di Buduran, sehingg dimonumenkan di Buduran Sidoarjo.

4. KH Abdul Wahab Hasbullah kelahiranĀ  Jombang, 31 Maret 1888, pejuangĀ  pertempuran 10 November di Surabaya. Dia salah seorang pendiri Nahdlatul Ulama (NU), perintis Harian UmumĀ  Soeara Nahdlatul Oelama atau Soeara NO dan Berita Nahdlatul Ulama. Ia meninggal 29 Desember 1971 pada umur 83 tahun.