Presiden Jokowi Minggu Pagi Diterima Presiden Xi Jinping

Foto: Ant

Beijing, Sayangi.com – Presiden Joko Widodo mengadakan kunjungan kehormatan kepada Presiden Tiongkok Xi Jinping, Minggu pagi.

Presiden Jokowi disambut Presiden Xi Jinping di Balai Agung Rakyat Tiongkok kedua kepala negara melakukan pembicaraan bilateral membahas perkembangan hubungan dan kerja sama kedua negara, serta isu regional.

Hubungan Indonesia dan Tiongkok telah berjalan sekitar 65 tahun, ditengah pasang surutnya hubungan kedua negara karena situasi global. Indonesia dan Tiongkok kemudian menjadi mitra srategis yang dikukuhkan melalui kesepakatan bersama yang ditandatangani Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Tiongkok Hu Jintao pada 25 April 2005.

Kedua negara kemudian sepakat meningkatkan sebagai mitra strategis komprehensif pada Oktober 2013, saat Presiden Tiongkok Xi Jinping melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia.

Pada kesempatan itu, Presiden Tiongkok Xi Jinping mengatakan hubungan kemitraan strategis komprehensif Indonesia-Tiongkok paling dinamis di kawasan Asia Pasifik. Selain itu, Presiden Xi juga mengatakan hubungan Indonesia dan Tiongkok telah berjalan sangat lama dan memiliki persahabatan yang dalam.

“Ada pepatah Indonesia berbunyi: jauh di mata dekat di hati. Meski pun dua negara terpisah oleh laut dan samudera luas, namun besarnya gelombang tidak menghalangi pertukaran kita, mulai dari pelayaran Laksamana Cheng Ho hingga Konferensi Asia Afrika,” kata Xi, berpantun.

Presiden Xi menambahkan,”kedua negara telah menjalin persahabatan yang dalam, dengan saling menghormati sebagai tetangga dan sahabat lama.”

Pada kesempatan itu, Presiden Xi Jinping menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Joko Widodo sebagai Presiden RI selama periode lima tahun kedepan.

Selain bertemu Presiden Tiongkok, Kepala negara juga dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Perdana Menteri Jepang Sinzho Abe.

Selain memperkenalkan diri sebagai presiden baru Indonesia, akan dibahas pula pekembangan hubungan serta kerja sama Indonesia dengan masing-masing negara. Indonesia merupakan mitra strategis komprehensif bagi Tiongkok, AS dan Rusia. Selanjutnya, Presiden Jokowi akan menghadiri pertemuan ke-22 pemimpin Ekonomi APEC beserta dengan 20 pemimpin lainnya.

Pada kegiatan itu, Presiden Jokowi akan berbicara arsitektur kawasan dan poros maritim.

Rangkaian KTT APEC 2014 diawali dengan pembahasan final ditingkat pejabat senior (CSOM) pada 5–6 November, dilanjutkan dengan pertemuan ke-26 tingkat menteri negara ekonomi APEC (AMM) pada 7–8 November, dan pertemuan ke-22 pemimpin negara ekonomi APEC (AELM) pada 10–11 November.

Selama satu pekan tersebut juga dilakukan APEC CEO Summit yang dihadiri sejumlah pimpinan perusahaan terkemuka 21 negara ekonomi APEC, dan APEC Business Advisory Council (ABAC).

Selain kegiatan tersebut, diadakan pula kegiatan kunjungan ke kawasan industri di Tianjin. (Ant)