Warga Bandung Rayakan Kemenangan Persib

Foto: Ant

Bandung, Sayangi.com – Puncak pesta kemenangan Persib Bandung sebagai juara Liga Super Indonesia (LSI) 2014 telah membirukan jalan-jalan Kota Bandung, Jawa Barat, bahkan melumpuhkan sejumlah ruas jalan utama di Kota Kembang, Minggu.

Kegiatan mengarak Tim Persib dan Pesta Rakyat yang digelar sejak pukul 14.00 WIB itu membuat jalanan Kota Bandung dikuasai bobotoh (suporter fanatik Persib) yang berdatangan dari sejumlah kabupaten/kota di Jawa Barat.

Arak-arakan Tim Persib menggunakan bus wisata Bandros berlangsung mulai pukul 14.00 WIB dengan start dari Halaman Mapolda Jabar di Jalan Soekarno Hatta Kota Bandung.

Persib membuktikan sebagai salah satu tim sepak bola dengan pendukung terbesar di Indonesia. Pesta arak-arakan pada Minggu petang itu juga menjadi tidak terkendali setelah bobotoh “menguasai” jalanan Kota Bandung yang mengakibatkan kemacetan total di sejumlah ruas jalan protokol di Kota Kembang.

Seluruh pemain, ofisial dan pejabat Pemkot Bandung ikut dalam rombongan bus wisata berlantai dua itu. Piala Liga Super Indonesia 2014 juga dipamerkan di atas bus berwarna merah yang dipasangi spanduk bertuliskan “Persib Juara”.

Para pemain dan ofisial Persib yang berada di atas bus itu mengenakan pita hitam sebagai bentuk keprihatinan terhadap bobotoh yang terluka akibat serangan kelompok suporter di kawasan Tangerang dan Jakarta.

Arak-arakan itu molor dari jadwal, akibat padatnya arus lalu lintas yang akan dilintasi oleh bobotoh dan warga Bandung yang menonton perayaan.

Warga Kota Bandung berjejer di Cicaheum – Kiara Condong – Flyover Kircon Gatsu. Warga juga sudah berkerumun sejak pukul 11.00 WIB di jalur Jalan Sudirman – Rajawali – Pajajaran yang ternyata tidak jadi dilintasi oleh rombongan.

Bahkan, bobotoh dan warga Bandung yang ikut merayakan pesta kemenangan Persib dengan kendaraan juga mendominasi sejumlah jalan lainnya yang tidak dilintasi oleh rombongan.

Kemacetan arus lalu lintas tidak bisa dihindarkan di Kota Kembang pada akhir pekan ini. Hampir seluruh jalan yang mengakses ke pusat Kota Bandung dilanda kemacetan luar biasa.

Pada beberapa ruas jalan di kawasan Gasibu, Alun-Alun Bandung terjadi kemacetan total akibat jalanan dikuasai oleh bobotoh yang tumplek di pinggir jalan.

Sementara itu konsentrasi bobotoh terjadi di kawasan Gasibu Bandung yang menjadi titik Pesta Rakyat menyambut kemenangan Persib Bandung.

Pesta terbesar

Pesta kemenangan Persib menjadi Juara Liga Super Indonesia LSI) 2014 dipastikan menjadi yang terbesar di sepanjang sejarah pesta kemenangan Persib Bandung.

“Terahir pada tahjun 1995 pesta penyambutan tim dilakukan, namun kali ini pesta kemenangan terbesar dari bobotoh,” kata H Ilham, salah seorang bobotoh asal Jalan Pangarang Kota Bandung.

Ia menyebutkan kali ini Pemkot Bandung menggelar Pesta Rakyat dan arak-arakan secara khusus yang diikuti oleh bobotoh tak hanya di Bandung Raya tapi juga oleh bobotoh dari sejumlah kabupaten/kota di Jabar.

“Tahun 1995 waktu itu pesta penyambutan Tim Persib dilakukan dari Situ Ciburuy Padalarang, karena saat itu belum ada jalan tol Cipularang. Lewat Cimahi – Cibeureum – Balaikota Bandung,” kenangnya.

Waktu itu lautan biru juga terjadi di sepanjang jalur itu. Namun yang terjadi pada Minggu (9/11) bobotoh yang hadir ke Kota Bandung mencapai jumlah terbesar.

“Saya berharap ini menjadi energi positif bagi Persib dan juga dunia olahraga di Jawa Barat,” kata H Ilham.

Namun di lain pihak pesta Kemenangan Persib Bandung itu menuai kritik dari masyarakat karena mengakibatkan kemacetan di mana-mana di sejumlah ruas jalan utama di Kota Bandung. Bahkan mengakibatkan arus lalu lintas dua jalur menjadi satu jalur karena didominasi bobotoh.

Seperti di Jalan Cibiru – Cicaheum yang merupakan jalur padat pada Minggu petang menjadi satu jalur dari selatan ke utara (Bandung), kemudian di Jalan A Yani dan Gatot Subroto juga menjadi jalur satu arah.

Sejumlah pengendara terjebak di tengah-tengah euforia bobotoh karena tidak bisa melintas bahkan terjebak kemacetan total di sejumlah ruas jalan di Kota Bandung.

“Saya kira pesta ini jadi tidak terkendali karena jumlah bobotoh yang ikut dalam arak-arakan ini jumlahnya melebihi dari yang diprediksi,” kata Deni Firmansyah, seorang pengendara yang terjebak macet di Jalan Gatsu Kota Bandung.

Bobotoh yang berhenti sembarangan di pinggir jalan bahkan di tengah jalan, mengakibatkan arus lalu lintas tersendat tidak bisa melintas. (An)