Tiga Luka-luka Akibat Tembok Ambruk di Sukabumi

Sukabumi, Sayangi.com – Hujan deras di utara Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, memicu tembok sepanjang 12 meter di Kampung Babakanpendeuy roboh dan menimpa rumah kontrakan yang ada di bawahnya yang menyebabkan tiga orang luka-luka.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi menyebutkan bahwa akibat bencana di RT 01 RW 05, Kecamatan Parungkuda itu dua orang harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Sekarwangi di Kecamatan Cibadak.

Kedua korban yang dibawa ke rumah sakit karena lukanya itu diketahui bernama Uswatun (20) dan Mardianti (21), sementara seorang lagi, Wati (19), hanya luka ringan.

“Diduga robohnya tembok milik Suwarko itu disebabkan oleh hujan deras yang menyebabkan tanah pondasi menjadi labil sehingga menimpa rumah kontrakan milik Udin yang ada di bawahnya. Tidak ada korban jiwa pada peristiwa ini, namun tiga orang penghuni kontrakan itu luka-luka,” kata Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi, Usman Susilo, Minggu.

Menurut Usman, hujan deras yang terus mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi sejak siang hari ini berpotensi timbul bencana, khususnya tanah longsor. Bahkan dalam sebulan terakhir ini bencana tanah longsor mendominasi dan menyebabkan jatuhnya korban jiwa serta luka-luka.

Untuk itu, pihaknya menginstruksikan kepada seluruh anggotanya untuk selalu waspada dan siaga karena potensi bencana bisa terjadi kapan saja. Apalagi pada musim hujan ini, pihaknya mengimbau khususnya warga yang tinggal di daerah bertebing untuk selalu waspada karena rawan terjadi tanah longsor.

“Untuk bantuan bencana alam kami sudah siapkan, sehingga jika terjadi bencana alam maka langsung didistribusikan. Kami juga mengimbau kepada seluruh warga untuk selalu waspada dan siaga, jika merasakan ada tanda-tanda terjadi bencana untuk mengungsi dahulu ke tempat yang lebih aman,” tambahnya.

Sementara Seksi Operasi Forum Koordinasi SAR Daerah Kabupaten Sukabumi, Rustandi mengatakan pihaknya saat ini sudah meningkatkan kesiapsiagaan, karena dilihat dari musim dan curah hujan yang tinggi bisa berpotensi terjadi bencana mulai dari longsor, bajir, angin puting beliung dan lain-lain. (An)