Polisi Diminta Teliti Kebenaran Video Kristenisasi Saat Car Free Day

Foto: Youtube/RTK Chanel HD

Jakarta, Sayangi.com – Budayawan Geisz Chalifah meminta pihak kepolisian meneliti sebuah video yang memperlihatkan adanya dugaan praktik kristenisasi pada acara Car Free Day di Jalan Sudiman-Thamrin Jakarta.

Menurut Geisz, pihaknya menerima beberapa kali pesan video melalui telepon pintarnya yang berisi aksi sekelompok orang membagi-bagikan berbagai atribut seperti pin, kalung, biskuit, yang patut diduga kuat merupakan aksi misionaris terselubung dalam melakukan kristenisasi.

Geiz meminta pihak kepolisian melakukan langkah-langkah penyelidikan dengan cara meneliti isi video yang saat ini telah beredar di jejaring sosial itu.

“Polisi bisa memulai penyelidikan dengan memeriksa pembuat video itu dan membuktikan kebenarannya. Bila pembuat video itu bisa membuktikan bahwa itu adalah benar cara-cara kristenisasi, maka para pelaku yang membagi-bagikan PIN dan kalung segera ditangkap karena mereka telah merusak tenun kebangsaan,” tegas Geisz kepada Sayangi.com, Minggu (9/11) malam.

Geisz mengingatkan bahwa negara memberi kebebasan setiap orang untuk memilih agama tapi tidak memberikan ruang pada kelompok agama manapun untuk menyebarkan agamanya dengan cara-cara menipu untuk mengikuti keyakinannya.

“MUI, PGI, Dewan Gereja Indonesia, Alirsyad, Muhammadiyah, NU, PERSIS dan lainnya harus segera bertindak dan melaporkan hal semacam ini pada aparat. Tindakan sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab harus mendapat sanksi hukum karena merusak sendi kebhinekaan Indonesia,” ujar Geisz.

Video berisi rekaman yang diduga aksi kristenisasi itu diunggah di jejaring youtube pada 3 November 2014 dengan judul “Spesial: Kristenisasi Terselubung di Car Free Day Jakarta” . Video yang lebih mirip dokumen investigasi itu dibuat dan disebarkan oleh “RTK Chanel HD”. Reporter dan kameramen mendokumentasikan aktivitas sejumlah orang saat melakukan aksi yang disebut kristenisasi. Mereka tampak menyasar para remaja muslim yang masih belia dan ibu-ibu usia lanjut.

Investigasi pembuatan video ini juga disertai penelusuran pada sejumlah literatur untuk mengungkap maksud dari simbol yang dibagi-bagikan ke sasaran. Misalnya tulisan “Sudah Genap” seperti tertulis dalam kue biskuit yang dibagi-bagikan ternyata berasal dari alkitab (Yohanes 19:30) yang merupakan perkataan terakhir Yesus sesaat setelah mengecap air anggur.

Selain itu lambang burung merpati dalam pin yang dikalungkan disebut merupakan simbol dari “Roh Kudus”. Ada juga pin yang bertuliskan “I am Saved” yang berarti “saya Diselamatkan”.

Yang lebih ekstrem di dalam video itu terdapat aksi seorang perempuan membujuk seorang nenek berjilbab memperkenalkan Yesus dengan cara yang terkesan memaksa untuk percaya serta meminta sang nenek membuka hati terhadap keyakinannya. Aksi itu kemudian digagalkan oleh suara seseorang yang kemungkinan adalah reporter “RTK Chanel HD”.

“Ya ampun jangan begitu dong bu, saya dengar bu. Kenapa ibu udah tahu dia pake kerudung kok suruh ngucap tuhan yesus,” kata suara di rekaman video tersebut.

Mendenger teguran tersebut, perempuan pembujuk itu segera berlalu sambil berkata “maaf”.

Berikut adalah rekaman video yang dimaksud:

 

[iframe width=”640″ height=”360″ src=”//www.youtube.com/embed/QUw11Tk6VnU” frameborder=”0″ allowfullscreen ]