Kemenkop dan UKM Gelar Pelatihan Kewirausahaan Penyandang Difabel

Foto: Ist

Jakarta, Sayangi.com – Kementerian Koperasi dan UKM menggelar pelatihan kewirausahaan bagi penyandang difabel sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat. Pelatihan ini diharapkan bisa meningkatkan produktifitas para kaum difabel di Tanah Air.

Asisten Deputi SDM, Kementerian KUKM Aprizal Kusai mengatakan, kaum difabel selama ini belum maksimal diberdayakan. Padahal mereka memiliki potensi kreatifitas  usaha.

“Dengan pelatihan ini, mereka bisa memanfaatkan waktu yang ada tanpa tergantung pada pihak lainnya untuk melakukan kegiatan yang produktif,” kata Aprizal dalam rilis yang diterima Sayangi.com di Jakarta, Minggu (10/11/2014).

Para penyandang difabel ini dilatih mengelola usaha dan mengembangkannya selama 3 hari mulai 7-9 november.  Ada 35 peserta yang ikut dalam pelatihan tersebut. Mereka belajar bagaimana mengelola keuangan dan menjaga kualitas produk.Para difabel ini rata-rata sudah memiliki kegiatan usaha kerajinan meski skalanya masih kecil.

Pemerintah berharap pelatihan kewirausahaan ini menjadikan para difabel tidak lagi bergantung terhadap lowongan pekerjaan disebuah perusahaan, tetapi bisa menciptakan lapangan kerja sesuai dengan keahlian mereka masing-masing. Pada akhir pelatihan para peserta juga diharapkan mampu membuat perencanaan bisnis dan dapat diajukan ke Kementerian Koperasi dan UKM untuk dinilai, serta mendapatkan dana bantuan dari pemerintah

Lebih lanjut Aprizal Kusai mengatakan selain diberikan pelatihan peningkatan produk, kementerian juga akan memberikan suntikan modal bagi penyandang difabel. Merekan akan diberi dana stimulan Rp5 juta. Dana tersebut akan bertambah jika ada peningkatan hasil usaha mereka.
 
Sementara itu, salah satu peserta Toto Sugihatno  mengatakan pelatihan ini sangat bermanfaat untuk peningkatan pengelolaan kewirausahaan. Dia berharap pelatihan tersebut ada tindaklanjut dengan adanya pendampingan dari kementerian Koperasi dan UKM.

“Stimulan dana ini bisa dimanfaatkan untuk pengembangan usaha yang ada di kelompok kami,” ujarnya.
 
Menurut dia, dengan adanya suntikan modal antara Rp5-10 juta per orang maka bisa mengembangkan usaha kerajinan yang telah dilakukan  selama ini.  Dengan pelatihan tersebut, dia ajuga mengaku bisa saling berbagi pengalaman antara peserta difabel.

“Ya dari pengalaman ini memang antar kami jadi berbagi bagaimana mengawali dan mengembangkan usaha.”