Perizinan di Sektor Kelistrikan Siap Diubah Jadi Satu Pintu

Jakarta, Sayangi.com – Sistem perizinan dalam sektor kelistrikan siap diubah menjadi satu pintu (one stop service). Hal itu diungkapkan Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jarman sebagai bentuk realisasi dari apa yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pertemuan “Indonesia-China, Trade, Investment, and Economic”, di Beijing, Tiongkok, terkait perizinan satu pintu. Langkah itu kata dia, akan memudahkan bagi para investor untuk berinvestasi terurtama dalam persoalan kelistrikan.

“Saya pikir dengan adanya one stop service, kedepannya investasi dalam pembangunan pembangkit listrik akan lebih mudah dan cepat, sehingga akan efektif dan efisien. Tentunya tanpa mengenyampingkan kualitas pembangkit listrik yang akan dibangun,” ujar Jarman, di Jakarta, Senin (10/11/2014).

Ia menjelaskan, saat ini salah satu persolan yang sering dihadapi para investor adalah terkait perizinan yang harus memakan waktu lama karena banyaknya lembaga atau kementerian yang satu sama lain mempunyai kewenangan untuk memproses perizinan.

Masalah lainnya adalah pembebasan lahan yang sering jadi kendala. Oleh karenanya, pihaknya siap melakukan langkah persuasif dengan pihak-pihak yang menerima dampak pembebasan lahan, sehingga tidak ada yang merasa dirugikan.

Persoalan lain kata dia, adalah ketersediaan dan pasokan listrik yang masih harus ditanggulangi dengan langkah cepat agar krisis listrik yang mengancam Indonesia. Tanpa adanya investasi baru dalam pembangkit listrik, akan sulit memenuhi kebutuhan pasokan listrik yang terus meningkat setiap harinya.

Pertumbuhan ekonomi yang terus diupayakan meningkat serta daya beli masyarakat semakin tinggi tentunya memengaruhi kebutuhan akan ketersediaan pasokan listrik. Terlebih, masih banyaknya masyarakat di Indonesia terutama di pelosok yang belum menikmati listrik, harus menjadi salah satu prioritas dalam program pemerataan kelistrikan.

“Selain untuk kebutuhan industri dan masyarakat perkotaan, kita upayakan pemerataan pembangunan infrastruktur kelistrikan hingga ke pelosok juga. Itu akan jadi program dalam lima tahun kedepan, agar semua rakyat Indonesia dapat merasakan manfaatnya,” jelasnya.