Agun Ungkap Skenario DPP Golkar Percepat Munas

Jakarta, Sayangi.com – Politisi Partai Golkar Agun Gunandjar Sudarsa mengatakan DPP Partai Golkar dibawah kepemimpinan Aburizal Bakrie (Ical) memiliki skenario mempercepat pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) IX Golkar dari rencana sebelumnya awal Januari 2015 menjadi akhir November 2014.

“Dalam skenarionya mereka akan menggelar munas pada tanggal 27 November di Bandung,” kata kepada wartawan di Jakarta, Senin.

Ia menjelaskan DPP Partai Golkar telah melakukan rapat konsultasi nasional yang memutuskan bahwa penyelenggaraan rapimnas akan dilakukan di Yogyakarta tanggal 17–19 November 2014.

Dalam rapimnas tersebut sejatinya akan ditentukan waktu dan lokasi penyelenggaraan Munas IX Golkar.

Namun, sebelum rapimnas tersebut berlangsung, DPP Partai Golkar merencanakan rapat konsultasi nasional dengan para Ketua DPD I Golkar di Bali, untuk memastikan dalam rapimnas di Yogyakarta tercapai kesepakatan penyelenggaraan munas dipercepat menjadi akhir November 2014.

“Para Ketua DPP saat ini sudah dimintakan bahan laporan pertanggungjawaban di munas, yang dalam skenario mereka memang akan dipercepat,” kata dia.

Agun berpandangan bahwa langkah tersebut adalah upaya mau menang sendiri dengan cara-cara yang tidak demokratis.

Dalam rapat konsultasi dengan Ketua DPD I Golkar juga akan dipersiapkan bahan munas yang bakal diputuskan di rapimnas, dimana persyaratan untuk dapat maju menjadi ketua umum harus mendapatkan dukungan 10 DPD provinsi, dan 30 persen DPD kabupaten/kota.

“Jelas ini cara-cara penakut, yang tidak siap berlaga, dengan memotong kesempatan orang lain, agar dapat menyelonong sendirian, ujung-ujungnya aklamasi,” sesal dia.

Agun menyatakan besok, Selasa (11/11) dirinya bersama Inisiator Gerakan Regenerasi Kepemimpinan lain, akan bertemu dengan Dewan Pertimbangan dan para calon ketua umum untuk mendesak diadakan rapat Pleno DPP, guna membahas dan memutuskan waktu serta jadwal munas yang sesuai dengan AD/ART, di mana munas tidak hanya memilih ketua umum, tetapi juga memutuskan hal-hal strategi berkenaan dengan tantangan lima tahun ke depan masa depan partai Golkar, pemerintahan dan Negara menuju Cita cita Proklamasi 1945. (An)