KH Alawi Muhammad, Ulama Kharismatik Sampang Madura Wafat

Sampang, Sayangi.com – Ulama kharismatik asal Kerongan, Kabupaten Sampang, Madura, KH Alawi Muhammad berpulang ke rahmatullah sekitar pukul 16.30 WIB Senin (10/11/2014) sore. Ulama yang dikenal dengan keberaniannya itu berpulang dalam usia 86 tahun.

Kepergian sesepuh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang juga pengasuh Pondok Pesantren Attaroqi, Sampang beredar melalui berbagai media sosial, termasuk melalui broadcast BlackBerry Messenger pada Senin sore. Kabar tersebut juga cukup menyisakan duka bagi umat Islam. Jasa-jasanya dan sikapnya yang lantang membela rakyat kecil membuat masyarakat begitu segan pada sosok ulama ini.

Innaalillahi wa innaa ilaihi roojiun, turut berduka atas wafatnya ulama kharismatik asal Sampang Madura, KH Alawi Muhammad. Semoga amal ibadahnya diterima di sisi-Nya dan perjuangannya mendapatkan surga dari-Nya,” tulis Hanafi, salah satu pengagumnya.

KH Alawi Muhammad lahir di Dusun Tenggumung Desa Karongan, Sampang pada 1928. Ia merupakan sosok politisi asal Madura yang begitu disegani. Pada Oktober 1993 misalnya, Kyai Alawy menjadi wakil masyarakat Sampang dalam kasus Waduk Nipah. Waktu itu, korban pun jatuh. Dan, Kiai Alawy tak bisa menerima. Ia, bersama warga Sampang, mengusut ke sana dan kemari. Akhirnya, pelaku penembakan diadili. Tapi ia terus protes, karena merasa ada ketidakadilan dalam kasus ini. Setelah ia berjuang lama, akhirnya Bupati Sampang diganti.

Anak keempat dari 11 bersaudara itu lahir di Dusun Tenggumung, Desa Karongan. Ia merupakan orang Sampang asli desa kelahirannya hanya dua kilometer di utara Kota Sampang. Ayahnya petani. Ia pun pernah menjadi seorang pedagang. Ia tak tebersit sedikit pun akal menjadi pemimpin pondok pesantren.