Kerap Buat Kericuhan, Ahok Minta FPI Dibubarkan

Foto: Sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Perseteruan antara Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dengan Front Pembela Islam (FPI) semakin memanas. Ahok menyatakan telah mengirim surat rekomendasi pembubaran FPI kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo serta Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly.

“Jadi, biar FPI tahu, ini kali pertama ada gubernur di Indonesia, saya, Plt Gubernur DKI Jakarta, minta membubarkan dia (FPI),” kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Senin (10/11).

Menurut Ahok, tidak hanya di Jakarta, FPI kerap melakukan aksi unjuk rasa yang berakhir ricuh di seluruh Indonesia.

“Hanya proses pembubarannya mesti ada yang kirim surat ke Kementerian Hukum dan HAM. Mungkin selama ini pejabat-pejabat publik enggak mau ribut (sama FPI),” kata Ahok.

Berdasarkan Perppu Nomor 1 Tahun 2014 pasal 203 tentang kekosongan kepala daerah, wakil kepala daerah berhak menggantikan posisi yang ditinggalkan kepala daerah. Meski demikian, FPI tetap menolak Ahok dilantik menjadi gubernur DKI dan kemarin menyelenggarakan demo besar-besaran.

Dalam demo yang diikuti FPI, Forum Umat Islam (FUI), dan Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) itu, Ketua Umum FPI, Rizieq Shihab mengatakan akan mengangkat gubernur tandingan. Rizieq bahkan telah menyebut nama calon gubernur tandingan itu.

“Kalau Ahok tetap dijadikan gubernur (DKI), kami ajukan saja gubernur tandingan, ini Ketua GMJ, Ustaz Fahrurrozi Ishaq,” kata Rizieq di depan massa yang berkerumun di depan Balaikota Jakarta.

Sepanjang unjuk rasa, Rizieq dan beberapa petinggi lainnya menyerukan agar Ahok tidak dilantik menjadi gubernur DKI. Bahkan, mereka mengancam akan melemparkan barang-barang kepada Ahok apabila dia datang blusukan ke kawasan kumuh.