Indonesia Keluar dari G20, Menteri Susi Hugo Chavez Indonesia

Jakarta, Sayangi.com – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti kembali membuat orang menggelengkan kepala dengan pernyataan-pernyataannya yang tegas dan berani. Bahkan ada yang menyebut keberanian Susi mirip dengan mendiang mantan Presiden Venezuela Hugo Chavez yang lantang mengkritik keras globalisasi. Sehingga, walaupun sebagian pihak di negara Barat tak menyukainya, namun rakyat Venezuela mencintainya.

Pernyataan Susi soal keanggotaan Indonesia di G20 adalah salah satunya. Saat bertemu para pengusaha di Gedung Mina Bahari III, kantor pusat Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat, Selasa kemarin (11/11), Susi mengatakan, masuknya Indonesia ke G20 adalah sebuah kerugian, bukan sebuah prestasi. Dengan jadi anggota G-20, Indonesia harus membayar bea masuk untuk beberapa produk perikanan seperti tuna.   

“Tuna impor origin (asal) East Timor itu tarifnya 0%. Kita bangsa kaya dan bukan berkembang lagi, tetapi kita kehilangan 14% (bea masuk) dari nilai tuna dunia yaitu US$ 700 juta,” ungkap Susi.

Tidak hanya tuna impor yang bebas bea masuk, demikian pula dengan udang. Hal ini terjadi karena praktik perdagangan bebas yang dibuat bersama antara Indonesia dengan negara-negara G20.

Karena itu Susi menilai, tidak ada gengsinya jadi anggota G20. Apalagi jika hanya jadi penggembira semata di kelompok negara ekonomi terbesar tersebut. Pengambil keputusan di G20 menurutnya adalah kelompok negara maju yang tergabung dalam negara G8.

“Nggak perlu sombong, tetapi duit nggak hilang. G20 nggak bisa kasih keputusan. Kita bukan G8 yang bisa bikin policy, kita hanya pengikut gembira saja. Kita orang dagang. Lobi diplomatik bukan urusan kita,” tegas Susi yang membuat seluruh peserta terdiam.

Susi mengaku telah meminta kepada Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP), Kementerian Kelautan dan Perikanan, Saut Hutagalung untuk menyurati Sekretariat Negara.

“Saya bilang Ditjen P2HP surati, kita minta keluar dari G20 di sektor perikanan. Apa untungnya? Impor tarifnya tidak dikenakan, itu nggak ada untungnya,” kata Susi.

Susi mengatakan, dalam waktu dekat ia akan bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Susi ingin Jokowi tahu jika negara benar-benar dirugikan karena produk perikanan laut impor dibebaskan dari bea masuk.

G20 adalah forum negara-negara yang menguasai 85% Produk Domestik Bruto (PDB) dunia. Indonesia sendiri adalah ekonomi terbesar ke-16 dunia dengan PDB mencapai lebih dari US$ 1 triliun.