Tolak Kenaikan BBM, PMKRI Desak Jokowi Berantas Mafia Migas

Foto: Eman MG

Jakarta, Sayangi.com – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo diminta untuk tidak menaikan harga BBM bersubsidi ditengah turunnya harga minyak mentah dunia. Desakan tersebut disampaikan para aktivis Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) saat melakukan aksi damai di depan istana negara, Rabu (12/11/2014).

Menurut Demonstran, Presiden Joko Widodo semestinya sadar bahwa hari ini masih begitu banyak rakyat miskin di Indonesia, yang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari saja sangat susah. Mereka menilai kenaikan harga kebutuhan pokok akan melambung tinggi sebagai dampak dari kenaikan harga BBM.

“sudah pasti akses masyarakat miskin terhadap kebutuhan pokok semakin sulit, sangat ironis, ketika harga minyak mentah dunia turun, pemerintah Jokowi kemudian berencana menaikan harga BBM bersubsidi, ini kepentingan siapa?” tegas Angelo Wake Kako, Koordinator Aksi yang juga merupakan Presidium Gerakan Kemasyarakatan PP PMKRI.

Pada kesempatan yang sama, Ketua PMKRI Cabang Jakarta Pusat, Jo Wutuembun menyoroti lemahnya pengawasan pemerintah berkaitan dengan distribusi BBM bersubsidi di SPBU. masih banyak mobil pribadi yang menggunakan BBM berubsidi.

“ini bentuk ketidakadilan kebijakan, yang sengaja dibiarkan oleh pemerintah. Semestinya kebijakan yang tidak tepat sasaran ini yang diurus pemerintah bukan menaikan harga BBM bersubsidi” ungkap Jo.

Aksi long march  puluhan aktivis PMKRI tersebut, berawal dari Margasiswa  PMKRI Jl. Sam Ratulangi menuju Tugu Tani dan berakhir di Istana Negara. Aksi ini diikuti oleh beberapa cabang PMKRI yang berkepsempatan hadir diantaranya cabang Melawi, Sintang, Pontianak,  Jakarta pusat, saumlaki, maumere dan kendari.

Dalam orasinya, para aktivis mendorong pemerintah untuk memberantas mafia migas yang sampai saat ini terus meraup keuntungan dari pengelolaan minyak, baik dari hulu sampai hilir. PMKRI juga menyesalkan sikap presiden yang tidak mampu memberantas praktik mafia migas sebagai pertanda lemahnya  dan hilangnya wibawa negara di hadapan para mafia. Sebelum mengakhiri aksinya, para aktivis PMKRI berjanji akan terus membangun gerakan di seluruh Indonesia demi menyelamatkan rakyat Indonesia dari kesewenang-wenangan pemerintah.