Minyak Dunia Turun Karena Pedagang Ragukan OPEC Pangkas Produksi

New York, Sayangi.com – Harga minyak mentah dunia turun pada Rabu (Kamis pagi WIB), karena para pedagang memperkirakan bahwa OPEC tidak akan mengurangi produksinya untuk melawan banjir pasokan minyak global pada pertemuan bulan ini.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember, ditutup pada 77,18 dolar AS per barel, terendah dalam tiga tahun, setelah merosot 76 sen dari tingkat penutupan Selasa, lapor AFP.

Minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember turun 1,29 dolar AS menjadi menetap sedikit di atas tingkat psikologis 80 dolar AS, pada 80,38 dolar AS per barel di perdagangan London.

“Selama tiga bulan terakhir kita bergerak dari posisi terendah multi tahun ke posisi terendah multi tahun. Segala sesuatunya menjadi sulit hingga kita sampai ke pertemuan OPEC pada 27 November,” kata Gene McGillian dari Tradition Energy.

“Kami tidak benar-benar memiliki indikasi yang jelas bahwa mereka ingin melakukan sesuatu tentang kelebihan pasokan yang menggantung pasar.”

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) yang beranggotakan 12 negara, dalam laporan bulanan pasar minyak pada Rabu, mengatakan bahwa keranjang harga minyak turun 11,3 persen dari September menjadi rata-rata 85,06 dolar AS per barel pada Oktober, terendah dalam empat tahun, “di tengah kekhawatiran tentang laju pertumbuhan ekonomi global.”

Pada Rabu, Menteri Perminyakan Arab Saudi menolak bicara bahwa anggota penting OPEC itu sedang mendorong sebuah perang harga di pasar minyak dunia karena harga minyak mentah terus merosot.

“Bicara perang harga adalah tanda kesalahpahaman — disengaja atau tidak — dan tidak memiliki dasar dalam realitas,” Ali Al-Naimi mengatakan pada sebuah konferensi di Acapulco, menurut teks pidatonya.

Naimi menyebut pembicaraan baru-baru ini sebuah perubahan strategi negaranya, khususnya pemotongan harga minyak Saudi untuk pasar AS, “dugaan liar dan tidak akurat”.

“Kebijakan minyak Saudi tetap konstan selama beberapa dekade terakhir, dan itu tidak berubah hingga hari ini,” kata dia.

“Kami tidak berusaha memolitisasi minyak, juga tidak kami berkolusi melawan siapa pun. Untuk kami, itu adalah pertanyaan tentang penawaran dan permintaan. Ini adalah murni bisnis.”

Pekan lalu Riyadh mengirim harga minyak dunia jatuh ketika memotong harga minyak mentahnya untuk pasar AS, sementara menaikkannya untuk pasar Asia, gerai utama negara tersebut.

Para analis menduga bahwa negara itu ingin memperkuat pangsa pasarnya di Amerika Serikat terhadap banjir minyak dalam negeri dari deposito serpih. (An)