Honing Sanny Benar Telah Dipecat Sebagai Anggota Partai

Jakarta, Sayangi.com – Simpang siurnya berita tentang pemecatan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Timur I, Honing Sanny, akhirnya terungkap. Pasca dipecat Honing melayangkan  gugatan menuntut Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira. Dalam gugatannya, Honing menyebut Andreas telah menggunakan kekuasaannya sebagai Ketua untuk mempengaruhi DPP mengeluarkan surat pemecatan.

Atas gugatan tersebut, tim kuasa hukum Andreas yang terdiri dari Paskalis Pieter, S. Roy Rening, Kornelis Kopong Saran, Davi Helkyah dan Emanuel Herdyanto, menyayangkan tindakan Honing melayangkan gugatan kepada Andreas Hugo Pareira.

“Seolah-olah klien kami yang memberhentikan dirinya (Honing Sani) dari keanggotaan partai. Padahal pemberhentian tersebut ditandatangani langsung oleh Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri dan Sekjend DPP PDI Perjuangan Tjahyo Kumolo tertanggal 21 September 2014,” kata kuasa hukum Andreas Hugo pareira, Roy Rening di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (13/11).

Menurut Roy, gugatan Honing adalah perbuatan melawan hukum yang ditujukan kepada kliennya, Andreas Hugo Pareira dengan dalil bahwa karena tindakan Andreaslah maka dirinya kemudian diberhentikan oleh DPP PDI Perjuangan.
 
“Menurut hemat kami sangat tidak beralasan dan tanpa bukti, “ ujar Roy.
 
Roy kemudian menjelaskan tak ada satupun perbuatan kliennya melanggar hukum.

“Adalah naif dan tak beralalasan jika menuduh klien kami yang melaporkan pelanggaran aturan partai oleh kader partai kepada Mahkamah Partai sebagai tindakan melawan hukum, “ tegasnya.

Roy menambahkan bahwa persoalan ini sendiri sesungguhnya belum bisa dimajukan kemuka sidang Pengadilan Negeri mengingat bahwa hal mengenai pemberhentian keanggotaan adalah persoalan internal partai yang masih memberi ruang kepada yang bersangkutan untuk melakukan rehabilitasi dalam Kongres Partai.

Senanda dengan Roy, Paskalis Pieter, yang juga kuasa hukum Andreas mengungkapkan bahwa pemberhentian Honing dari keanggotaan partai adalah semata karena yang bersangkutan telah secara nyata dan meyakinkan melakukan beberapa tindakan yang oleh DPP PDIP dipandang sebagai pelanggaran berat.

Dijelaskannya bahwa yang menjadi dasar pertimbangan dalam pemberhentian itu. Adalah yang bersangkutan terbukti melanggar larangan partai untuk memindahkan suara partai menjadi suara caleg dalam pemilihan umum legislatif 2014. Menurutnya, hal tersebut bukanlah tanpa bukti ataupun alasan sebab, ada rekomendasi BAWASLU NTT yang menerangkan bahwa benar pada daerah pemilihan II NTT terdapat perbedaan suara yang oleh BAWASLU di rekomendasikan untuk diselesaikan secara Internal.

“Selain itu, dalam pertimbangan putusan DPP jelas disebut bahwa yang bersangkuta (Honing Sanny) telah melakukan tindakan pembangkangan terhadap partai yang oleh DPP dipandng sebagai Pelanggaran berat,” kata Paskalis Pieter.