Badko Jatim: HMI Harus Lakukan Gerakan Masif Tolak Kenaikan BBM

Jakarta, Sayangi.com – Ketua Umum Badko HMI Jawa Timur,  Khairul Anam, menyarankan  agar  HMI secara kelembagaan harus melakukan gerakan masif menyuarakan penolakan rencana pemerintah menaikkan BBM.

“Tidak ada alasan yang bisa merasionalkan pemerintah untuk menaikkan BBM. Jangan sampai hanya persoalan utang politik , masyarakat yang menjadi korban kebijakan,” kata Anam dalam rilis kepada Sayangi.com di Jakarta, Rabu  (12/11).

Anam menyampaikan gagasan tersebut dalam forum Rapat Pleno II PB HMI di Jakarta. Menurutnya, alasan penolakan itu juga dinilai sudah seharusnya dilakukan karena adanya indikasi besar akan  ketidakmampuan kekuatan ekonomi pribumi di sektor usaha perminyakan  di seluruh Indonesia saat hilangnya subsidi BBM.

“Saya melihat jika ada keinginan besar pemerintah menghilangkan subsidi BBM adalah jalan untuk menitipkan misi asing,” terangnya.

Pada Rapat Pleno II PB HMI yang di hadiri 20 Badko HMI se-Indonesia itu, Anam berharap agar pemerintah tidak mengumbar janji yang sulit direalisasikan.

Menurut Anam, terkait aksi demonstrasi yang kerap berujung pada penutupan jalan, dinilai tetap berjalan pada koridor yang wajar. Meski kata dia, aksi tersebut selalu mendapat ocehan dari masyarakat yang kurang kurang baik.

“Itulah dinamika organisasi kepemudaan saat ini. Saya berkeyakinan bahwa sebagai mahasiswa harus selalu aktif dalam menyuarakan setiap kebijakan pemerintah yang tidak pro terhadap rakyat,” tandasnya.