Bantu Beasiswa 5.300 Pelajar, PT Inalum Kucurkan Rp 4,5 M

Jakarta, Sayangi.com – PT Indonesia Asahan Alumunium (PT Inalum Persero) terus mengucurkan programnya. Kali ini program yang dilakukan adalah mengucurkan corporate social responsibility (CSR) dalam bentuk beasiswa untuk mahasiswa Universitas Negeri Medan (Unimed). Dengan pemberian beasiswa ini, secara total PT Inalum sudah merencanakan untuk menggelontorkan dana beasiswa lebih dari Rp4,5 Miliar yang dibagikan kepada 5.300 pelajar mulai dari siswa SD sampai mahasiswa S3 selama tahun 2014 ini.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Tinggi Sumatera Utara, Agus Sinaga mengapresiasi langkah PT Inalum. Menurutnya, apa yang dilakukan perusahaan tersebut merupakan kontribusi bagi pembangunan lewat jalur pendidikan.

“Selama ini kita hanya mendengar tentang Inalum sebagai perusahaan raksasa. Dan kini kita lihat sendiri Inalum berkontribusi untuk kita,” kata Agus yang hadir mewakili Kadisdik Sumut, ketika penyerahan beasiswa untuk mahasiswa Unmed, Rabu (12/11/2014) kemarin.

Diakui Agus, Disdik Sumut juga mengapresiasi langkah Inalum karena tidak hanya mengucurkan beasiswa, namun juga kerap membantu perbaikan sekolah, madrasah, pengadaan mobiler, hingga pelatihan guru, dan siswa.

Dalam rilis yang diterima Sayangi.com, Jumat (14/11/2014), disebutkan dalam penyerahan beasiswa tersebut, hadir dari pihak Inalum Direktur Umum dan SDM, Carry F Mumbunan dan tim. Di Unimed, Inalum disambut oleh Pembantu Rektor (PR) 3, Prof Biner Ambarita dan PR 4 Prof Berlin Sibarani, sejumlah Dekan dan Pembantu Dekan.

Tercatat 135 mahasiswa terdiri dari 22 mahasiswa diploma, 96 mahasiswa S1, 14 mahasiswa S2 dan 3 mahasiswa S3 mendapat beasiswa. Para mahasiswa diploma dan S1 mendapat Rp2 juta. Sedangkan mahasiswa S2 dan S3 mendapat bantuan Rp5 juta.

“Program ini merupakan Program Pemberdayaan Masyarakat di Bidang Pendidikan, yang diperuntukkan khusus kepada masyarakat yang berasal dari 10 Kabupaten- Kota di sekitar Danau Toba dan Pembangkit Listrik PT Inalum, serta di sekitar Pabrik Peleburan,” kata Carry.

Atasi Krisis Listrik

Tak hanya itu, PT Inalum (Persero) selama ini juga telah berkontribusi dalam usaha mengurangi krisis listrik di Sumatera Utara dengan memberikan daya sebesar 90 MW yang dihasilkan PLTA milik PT Inalum (Persero). Daya yang dihasilkan delapan turbin pembangkit; 4 turbin di pembangkit Sigura-gura dan empat turbin di pembangkit Tangga, mencapai total 603 MW pada kapasitas output puncak.

Setelah dikurangi spinning power dan rugi-rugi transmisi, daya yang sampai di sub station pabrik peleburan Kuala Tanjung hanya sekitar 553 MW saja, dan dari daya ini sebanyak 90 MW secara kontinu sejak November 2013 disalurkan kepada masyarakat Sumatera Utara melalui PLN.

Sedangkan sisa sebesar 463 MW seluruhnya digunakan untuk mengoperasikan 510 unit tungku peleburan dan seluruh fasilitas pendukungnya. Tumgku tersebut dioperasikan 24 jam terus menerus selama 6-7 tahun (umur rata-rata tungku). Jika tidak mendapatkan energi listrik lebih dari 3 jam, maka tungku akan rusak dan harus dibangun ulang (pot reconstruction) dengan dana milyaran rupiah per tungku.