Paripurna Pengumuman Ahok Sebagai Gubernur Hanya Dihadiri 36 Anggota DPRD

Foto: Ant

Jakarta, Sayangi.com – Meski diboikot oleh anggota DPRD yang berasal dari Koalisi Merah Putih (KMP), Rapat paripurna DPRD DKI yang dipimpin Ketua DPRD Prasetyo Edi Marsudi akhirnya tetap mengumumkan pengesahan pengangkatan Basuki T Purnama (Ahok) menjadi gubernur DKI Jakarta menggantikan Joko Widodo.

Dalam rapat paripurna yang berlangsung tidak sampai 10 menit itu, Prasetyo mengatakan, pelaksaan paripurna tersebut menindaklanjuti hasil rapat pimpinan yang dilaksanakan pada tanggal 13 November 2014 lalu. Agenda pokok paripurna hari ini hanya pengumuman pengesahan pengangkatan Ahok menjadi Gubernur DKI sisa jabatan 2012-2017.

“Sesuai dengan perpu pemilihan Gubernur, Bupati, Wali Kota, jika terjadi kekosongan Gubernur, maka Wakil Gubernur menggantikan Gubernur sampai dengan masa jabatannya selesai” ujar Prasetyo.

Prasetyo menambahkan, pada rapat paripurna istimewa tersebut, ia juga mengumumkan bahwa DPRD saat ini sudah resmi mengusulkan kepada Presiden melalui Mendagri untuk melakukan pengangkatan Plt Gubernur DKI Jakarta.

“Saya selaku ketua DPRD, dengan ini secara resmi mengumumkan sekaligus mengusulkan pengangkatan Plt Gubernur jadi Gubernur. Ketua DPRD akan mengirim surat ke Presiden dan Mendagri,” katanya.

Selesai membacakan keputusan itu, seluruh anggota DPRD yang hadir bertepuk tangan.

Rapat paripurna DPRD DKI tersebut hanya dihadiri oleh 36 anggota dari Fraksi Koalisi Indonesia Hebat (KIH) yaitu PDIP 19 anggota, Hanura (8), PKB (6), dan NasDem (3). Sedangkan 48 orang anggota dari Koalisi Merah Putih (KMP) memilih tidak hadir, mereka terdiri dari Gerindra 15 anggota, PKS (11), PPP (10), Demokrat (10), dan PAN (2).

Rapat paripurna tersebut dihadiri langsung oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).