Tiba di Brisbane, Presiden Jokowi Akan Hadiri KTT G20

Foto: Getty Images

Brisbane,Sayangi.Com- Setelah terbang sekitar 12 jam dari Nay Pyi Taw, Myanmar, ditambah transit selama satu jam di Bandara Ngurah Rai, Bali, Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana Widodo tiba Brisbane, Australia, Jumat (14/11) sekitar pukul 14.26 waktu setempat.

Ikut mendampingi Presiden Jokowi dan Iriana Widodo antara lain putrinya Kahiyang Ayu, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi, Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto, Menteri Keuangan Bambang Brojonegoro, dan pengamat luar negeri dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Rizal Sukma.

Kedatangan Presiden Jokowi disambut oleh Dubes RI di Australia Nadjib Rifhat Kesoema dan Nino Nadjib Riphat serta Duta Besar Australia untuk Indonesia Gregory Moriarty, Jaksa Agung Federal George Brandis, dan PM Queensland Campbell Newman beserta istrinya, Lisa. Sejumlah wartawan setempat juga langsung ‘menyerbu’ kedatangan Presiden Jokowi.

Selama di Brisbane, Presiden Jokowi sudah ditunggu sejumlah agenda padat. Jumat malam nanti, Jokowi akan mengadakan pertemuan bilateral dengan PM Australia Tony Abbot. Selain itu, Presiden juga dijadwalkan mengunjungi the Queensland University of Technology untuk bertemu dengan mahasiswa Indoenesia yang tinggal di Australia.

KTT G20

Puncak kegiatan Presiden Jokowi di Brisbane adalah menghadiri pembukaan KTT-20 pada Sabtu dan Minggu (15-16 November). Pertemuan yang berlangsung selama dua hari ini dihadiri antara lain oleh Amerika Serikat, Cina dan Rusia, untuk membahas perkembangan perekonomian global.

Kantor berita Associated Press melaporkan, KTT dua hari itu juga diperkirakan tidak akan lepas dari ketegangan internasional yang dipicu konflik Rusia-Ukraina serta isu perubahan iklim.

Indonesia menjadi anggota G20 sejak 2008 dan tidak pernah absen mengikuti forum tahunan ini. Menjelang forum Brisbane, ada seruan dari sejumlah pihak agar Indonesia keluar dari G-20. Salah satunya datang dari Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Susi menilai, sektor kelautan tidak perlu ikut serta G-20 karena tidak bermanfaat bagi kelautan Indonesia.

Direktur Pembangunan Ekonomi dan Lingkungan Hidup Kementerian Luar Negeri Toferry Soetikno, Rabu (12/11) lalu, mengatakan bahwa Presiden Jokowi akan menyampaikan pidato terkait reformasi ekonomi dan birokrasi dalam KTT G20 tersebut. Pidato Jokowi itu akan disampaikan dalam pertemuan tertutup para pemimpin negara-negara G20 yang mengawali rangkaian kegiatan KTT G20.

“Presiden Jokowi secara khusus diminta untuk berbicara tentang pengalaman beliau dalam melakukan reformasi ekonomi dan birokrasi saat menjabat sebagai Wali Kota Solo dan Gubernur Jakarta,” kata Toffery.

Menurut Toferry, Indonesia akan membawa isu pembangunan sektor maritim dalam kontribusinya pada penguatan pertumbuhan ekonomi global.