BMKG Cabut Peringatan Tsunami Akibat Gempa 7,3 SR di Gorontalo

Jakarta, Sayangi.com – Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Andi Eka Sakya menyatakan peringatan dini tsunami akibat gempa bumi 7,3 Skala Richter di Halmahera pada Sabtu pagi telah berakhir.

Meski peringatan dini tsunami dinyatakan telah berakhir dan berada pada status peringatan terendah, namun dia meminta masyarakat yang berada di sekitar pusat gempa tetap waspada.

BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami akibat gempa bumi berkekuatan 7,3 Skala Richter yang terjadi di Halmahera Utara dan sekitarnya.

Peringatan dini tsunami dikeluarkan setelah terjadi gempa dengan magnitude 7,3 SR pada pukul 09.31 WIB dengan lokasi 1.95 Lintang Utara, 126.46 Bujur Timur pada kedalaman 48 kilometer.

Gempa tersebut diikuti gempa dengan magnitude 5 SR pada pukul 09.43 WIB dan 6,3 SR di kilometer Tengah Bolaang Mongondow pukul 10.08 WIB.

BMKG mencatat telah terjadi kenaikan riak gelombang laut Pantai Sorong setinggi 30 cm namun tidak konklusif tsunami.

Pemutakhiran data BMKG menyebutkan telah terdeteksi gelombang dengan ketinggian 0,9 meter di Jailolo pada pukul 09.43 WIB pascagempa.