Politisi Golkar: Jangan Khianati Golkar Karena Kepentingan Kelompok

Foto: Sayangi.com/MI

Jakarta, Sayangi.com – Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar Ridwan Hisjam meminta kader-kader Golkar untuk tidak mengkhianati partainya. Perbedaan pendapat dalam dunia demokrasi kata dia, harus dihadapi secara matang dan tetap mengacu pada aturan-aturan organisasi.

“Kita (kader Golkar) jangan sampai mengkhianati partai untuk kepentingan kelompok. Kita masih bisa berkarya di bidang lain,” kata Ridwan dalam rilis kepada Sayangi.com, Jumat (28/11/2014).

Menurutnya bila ada keinginan sebagian kader Golkar untuk bergabung dalam kekuasaan itu wajar. Namun, langkah politik yang institusi Golkar harus dihormati dan dihargai bersama-sama.

“Kan ada AD/ART yang bisa jadi jalan keluar dari perbedaan-perbedaan demokrasi. Saya juga pernah mengalami proses melawan kekuasaan pada saat Musda Partai Golkar Jatim 2004. Saya legowo berada di luar sistem partai selama 5 tahun,” ungkapnya tegas.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI yang akrab disapa Tatok ini juga menyindir beberapa politisi Golkar yang berniat membuat Golkar tandingan. Ia meminta mereka untuk tidak sampai mengambil langkah tersebut. Sebab pada dasarnya dalam politik, seperti satu keluarga. Menang dan kalah dalam politik kata dia sama saja, dan memiliki tujuan yang sama, yakni untk kepentingan pengabdian.

Senada juga diungkapkan politisi Golkar lainnya, Muhammad Sarmuji. Ia meminta semua elit-elit Golkar bisa melepaskan egonya masing-masing. Kepentingan partai kata dia, tidak boleh dirusak oleh kepentingan diri sendiri atau kelompok tertentu.

“Harusnya saling menahan diri, mengendalikan ego masing-masing dan mengedepankan kepentingan yang lebih besar dan berjangka panjang,” ujarnya.

Ia juga berharap senior-senior Partai Beringin tersebut agar ‘turun gunung’ untuk menengahi dan mencarikan solusi atas konflik tersebut.

“Para senior harus memberi ruang untuk negosiasi unttuk mencari konsensus,” tandasnya.