Tolak Pembangunan Bendung di Sarolangun, Warga Hadang Tim Terpadu

Jambi, Sayangi.com – Rencana Pembangunan Bendung Sungai Batang Asai yang berlokasi di Dusun Benso Desa Pemuncak, Kecamatan Cermin Nan Gedang Kabupaten Sarolangun-Jambi, ditolak warga. Seorang warga sekitar bernama Badi mengatakan sosialisasi yang dilakukan oleh TIM Pembangunan Bendung ini memang sering dilakukan. Menurut Badi, kira-kira 23 kali sosialisasi, baik itu yang dilaksanakan di Kantor Kecamatan maupun Kantor Bupati. Pada awalnya memang melibatkan semua pihak, baik pihak yang PRO dan pihak warga yang KONTRA terhadap Rencana Pembangunan Bendung ini.

“Sosialisasi yang dilakukan terkesan tidak profesional dan hanya sekedar memenuhi mekanisme dalam Undang-Undang maupun  Peraturan Pemerintah yang berkaitan dengan tata cara pembangunan Bendung,” kata Badi dalam rilis yang diterima Sayangi.com, Rabu (12/10).

Badi melanjutkan, pada tanggal 12 Nopember 2014, Menteri PU dan Perumahan Rakyat BASUKI HADIMULJO Blusukan ke Dusun Benso Desa Pemuncak Kecamatan Cermin Nan Gedang Kabupaten Sarolangun untuk meninjau dan bertemu warga-warga yang KONTRA terhadap rencana pembangunan bendung ini.

Karena Menteri PU dan Perumahan Rakyat mendapat laporan hanya tinggal 4 KK lagi yang belum setuju. Terjadi dialog dengan warga dan di depan Menteri PU dan Perumahan Rakyat sudah disampaikan oleh tokoh masyarakat bahwa warga yang menolak menyerahkan lahannya sebanyak 23 KK bukan 4 KK dan semua alasan-alasan yang mendasar mengapa warga menolak.

“Pasca “Blusukan” Menteri PU dan Perumahan Rakyat, kondisi masyarakat bukan semakin tenang dan kondusif tetapi semakin mencekam, karena banyak intimidasi, ancaman dan bujuk rayu dari TIM yang PRO pembangunan bendung ini agar warga yang menolak menyerahkan lahan menjadi setuju,” lanjutnya.

Hasil dari “Blusukan” Pak Menteri PU tersebut, lanjut Badi, mencapai puncaknya pada hari Senin tanggal 1 Desember 2014. TIM terpadu yang dipimpin oleh Asisten Satu (A1) Kabupaten Sarolangun yang dikirim untuk mengukur lahan warga dengan membawa dua buah mobil berisikan anggota dari kepolisian bersenjata lengkap. Warga tetap menghadang dan bertahan serta menolak sekalipun nyawa taruhannya.

Pada hari Rabu tanggal 9 Desember 2014, akan kembali diadakan Rapat mengenai kelanjutan Rencana Pembangunan Bendung ini di kantor Bupati Sarolangun. Menurut informasi yang didapatkan Badi, bahwa Pemkab masih menganggap bahwa dari 42 orang pemilik lahan yang terkena dampak pembangunan Bendung ini, tinggal enam orang yang belum setuju, dan dari enam orang yang belum setuju ini, empat orang masih bisa dirayu atau dinegoisasikan, tinggal dua orang pemilik lahan yang hingga saat ini masih menolak.

“Data ini jelas keliru, dan sudah kami sampaikan dihadapan Menteri PU pada saat blusukan di Dusun Benso Desa Pemuncak pada tanggl 12 Nopember 2014 yang lalu tentang data-data yang benar, yaitu warga yang menolak menyerahkan lahannya sebanyak 23 orang dan hingga detik ini masih tetap menolak,” tambah Badi.

“Kami menghimbau kepada Menteri PU dan Pera, Pemerintah Propinsi dan Pemerintah Kabupaten serta Pemerintah Kecamatan Cermin Nan Gedang sekaligus Pemerintahan Desa Pemuncak untuk tidak melanjutkan Rencana Pembangunan Bendung ini yang berlokasi di Dusun Benso Desa Pemuncak Kecamatan Cermin Nan Gedang Kabupaten Sarolangun-Jambi. Sebab, kami yakin tidak ada yang berani bertanggungjawab jika terjadi ha-hal yang tidak kita inginkan alias cuci tangan,” pungkasnya.