Soal Karikatur, Pemred The Jakarta Post Resmi Tersangka

Foto: Istimewa

Jakarta, Sayangi.com – Kepolisian Daerah Metro Jaya menetapkan Pemimpin Redaksi The Jakarta Post Meidyatama Suryodiningrat sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama. Penistaan agama yang dimaksud terkait dengan gambar karikatur ISIS yang dimuat di Jakarta Post edisi 3 Juli 2014. Karikatur itu menggambarkan bendera berlambang tengkorak dengan kalimat tauhid di atasnya.

“Penetapan status tersangka setelah penyidik memeriksa saksi ahli pidana, ahli agama, dan Dewan Pers,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, 11 Desember 2014.

Maidyatama dijerat Pasal 156 huruf a KUHP tentang Penistaan Agama dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara. Pada pemeriksaan pekan depan, penyidik baru memutuskan, apakah akan dilakukan penahanan terhadap tersangka atau tidak.

Seperti deiketahui, sebelumnya, Ketua Majelis Tabligh dan Dakwah Korps Mubaligh Jakarta Edy Mulyadi melaporkan harian The Jakarta Post ke Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia dengan tuduhan penistaan agama.

Menurut Edy, permintaan maaf Pemimpin Redaksi The Jakarta Post saja tak cukup, jadi tetap harus dibawa ke ranah pidana. Menurut dia, langkah pelaporan itu dilakukan secara mandiri, tanpa rekomendasi dari pihak mana pun. Karikatur ISIS yang dimuat oleh Jakarta Post, dianggap telah menimbulkan keresahan di kalangan warga muslim.

AJI Tolak Penetapan Tersangka The Jakarta Post

Aliansi Jurnalis Independen (AJI)  meminta Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya untuk tidak menggunakan Kitab Undang-Undang Hukum PIdana terhadap The Jakarta Post. Ketua AJI Indonesia Suwardjono menilai karya jurnalistik tak seharusnya disidik dengan KUHP. AJI Indonesia menyatakan menolak penetapan tersangka itu.

“Seharusnya Kepolisian menggunakan UU Pers sebagai cara untuk menyelesaikan sengketa pemberitaan atau produk pers,” kata Suwardjono dalam pernyataannya, Jumat, 12 Desember 2014.

Dari penelusuran sayangi.com, karikatur  The Jakarta Post  (TJP) yang menuai kontroversi, ternyata berasal dari media online berbahasa Arab yaitu Al-Quds.uk, yaitu portal berita perlawanan Palestina yang berafiliasi dengan pejuang Palestina dan Hizbullah. Al-Quds sendiri merujuk pada Masjidil Aqsa.