Kejagung Bidik Nur Alam, Hartanya Diusut Hingga ke Hongkong

Jakarta, Sayangi.com – Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam patut ketar-ketir. Pasalnya, Kejaksaan Agung dibawah kepemimpinan HM Prasetyo sedang membidik rekening gendut milik Nur Alam yang diduga bersumber dari transaksi mencurigakan. Tim Kejagung bahkan telah melakukan penelusuran hingga ke Hongkong.

“Kami perlu memeriksa mereka untuk mengetahui kenapa uang itu dikirimkan ke Nur Alam,” kata Kepala Subdirektorat Penyidikan Korupsi Kejaksaan Agung Sarjono Turin kepada wartawan, Kamis (11/12/14).

Salah seorang penegak hukum dari kejaksaan secara lebih detail menyampaikan bahwa  Nur ALam diduga menerima US$ 4,5 juta dari rekening perusahaan tambang Richcorp International Limited melalui empat kali transfer, sepanjang 2010, yang disamarkan melalui polis asuransi.

Richcorp terekam Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) melakukan empat kali mentransfer uang ke sebuah perusahaan asuransi. Transaksi senilai US$ 4,5 juta atau lebih dari Rp 50 miliar itu dilakukan lewat sebuah bank komersial di Hong Kong. Oleh perusahaan asuransi itu, uang sebesar Rp 30 miliar ditempatkan dalam tiga polis asuransi atas nama Nur Alam. Sedangkan sisanya ditransfer ke rekening Nur Alam di sebuah bank pemerintah.

Dalam waktu dekat, Kajaksaan akan memanggil Nur Alam untuk mengklarifikasi transaksi tersebut. Kejaksaan menduga dana yang disamarkan itu berhubungan dengan perizinan sebuah perusahaan tambang di Sulawesi Tenggara yang merupakan kongsi bisnis Richcorp.

 “Jika uang yang masuk terkait dengan gratifikasi, suap, dan lainnya, prosesnya akan beralih ke penyidikan,” kata Kapupenkum Kejagung Tony T. Spontana.

Seperti diberitakan, PPATK pada tahun 2012 melaporkan hasil pemeriksaan transaksi mencurigakan sepuluh kepala daerah ke Kejaksaan Agung. Pada 2 Desember lalu, Kepala PPATK Muhammad Yusuf mendatangi Jaksa Agung Prasetyo untuk memperbarui data soal laporan tersebut. Total transaksi di sepuluh rekening kepala daerah itu berjumlah di atas Rp 1 triliun.

Berdasarkan data laporan harta kekayaan penyelenggara negara di KPK, Nur Alam melaporkan hartanya berjumlah total Rp. 31,165 miliar.