Laode Ida: Kasus Rekening Gendut Nur Alam Ujian Pertama Jaksa Agung

Jakarta, Sayangi.com – Mantan Wakil Ketua DPD RI Laode Ida menilai penuntasan kasus rekening gendut gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam merupakan ujian pertama bagi Jaksa Agung HM Prasetyo. Ia juga menyebut kasus tersebut telah menjadi rahasia umum bagi masyarakat Sulawesi Tenggara.

“Sebenarnya berita itu tak asing lagi bahkan sudah menjenuhkan bagi saya. Di dalam masyarakat Sultra pun sudah jadi bahan cerita. Apa yang baru skarg? Tak lain karena harapan baru dari Jaksa Agung baru, Prasetio,” kata Laode Ida ketika dimintai komentarnya seputar kasus rekening gendut Nur Alam, Jum’at (12/12) malam.

Laode mengatakan, sejumlah media telah mengungkap kasus Nur Alam tersebut. Bahkan para aktivis telah bergantian menggelar demonstrasi di KPK dan Kejaksaan Agung meminta kasus tersebut disidik secara serius. Sebagian demonstran malah sempat diancam para preman bayaran dan aksinya dibubarkan paksa.

Karena itu, Laode menilai kasus rekening gendut Nur Alam dan kepala daerah lainnya merupakan tantangan tersendiri bagi HM Prasetyo sebagai Jaksa Agung yang baru. Mantan Caleg DPR RI dari Dapil Sulawesi Tenggar itu menyebut ada dua persoalan yang mesti dihadapi Jaksa Agung dalam penuntusan kasus tersebut. Pertama, citra Kejagung dan jajarannya selama ini masih negatif, karena dianggap bisa memproyekkan kasus-kasus seperti itu sebagai bagian dari ATM alias uang segar untuk pribadi-pribadi.

“Kedua, Jampidsus sekarang ini masih Widyo Pramono, yang nota bene sudah tahu dan menangani kasus ini sejak beberpa tahun lalu. Kalau dia serius kan harusnya sudah diproses kasus itu. Pertanyaan mengapa terus didiamkan dan baru kali ini? Ya terkaitlah dengan soal ‘bisa cincau’,” jelas Laode.

Laode mengkhawatirkan keseriusan Jaksa Agung dalam mengusut kasus rekening gendut akan terbentur para pejabat dan jajaran aparat di bawahnya. Karennya ia menyarankan kasus tersebut ditangani atau setidaknya disupervisi oleh KPK. Meski begitu ia juga menyayangkan adanya oknum KPK yang terkesan menghambat kasus tersebut.

“Tapi saya pun pernah diinfokan oleh seseorang bahwa salah satu oknum pimpinan KPK sudah dicoba diamankan oleh pihak tertentu melalui pendekatan dengan keluarga dekatnya. Itu justru dilakukan sejak terpilihnya 4 pimpinan KPK sekarang ini. Maka itu pulalah pihak KPK selalu coba menghindar ketika dilaporkan kasus ini sejak dua-tiga tahun lalu. Tepatnya, dalam kasus-kasus tertentu KPK pun perlu dicurigai,” ujar Laode yang juga merupakan putra daerah Sulawesi Tenggara.

Seperti diberitakan, Kejagung sedang membidik rekening gendut milik Nur Alam yang diduga bersumber dari transaksi mencurigakan. Tim Kejagung bahkan telah melakukan penelusuran hingga ke Hongkong untuk mengungkap pengucuran dana US$ 4,5 juta kepada gubernur Sulawesi Tenggara itu dari rekening perusahaan tambang Richcorp International Limited yang disamarkan melalui polis asuransi.