Presiden Minta Evakuasi Korban Longsor Segera Diselesaikan

Foto: Ant

Banjarnegara, Sayangi.com – Presiden Joko Widodo meminta evakuasi korban tanah longsor di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, segera diselesaikan.

“Yang paling penting sekarang evakuasi dulu. Saya sudah pesan tadi, dirampungkan dulu evakuasinya, kita tidak akan bicara yang lain, konsentrasi evakuasi,” kata Presiden di Banjarnegara, Minggu siang.

“Nanti kalau jalannya sudah didorong, sudah bisa dibuka, ekskavator masuk. Diperkirakan besok ekskavator masuk karena memang kondisinya seperti itu,” katanya usai mengunjungi lokasi tanah longsor dan tempat pengungsian warga Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara.

Saat ditanya mengenai batas waktu evakuasi, Presiden mengatakan bahwa hal itu akan dilihat berdasarkan kondisi di lapangan.

Presiden mengakui titik-titik rawan longsor di Jawa Tengah banyak sekali dan mengimbau warga waspada, terutama yang berada di daerah rawan longsor.

Saat meninjau lokasi tanah longsor, Presiden menyempatkan diri turun ke permukiman yang tertimbun tanah longsor untuk melihat lebih dekat proses evakuasi.

Presiden dan Ibu Negara Iriana kemudian mengunjungi tempat pengungsian warga Dusun Jemblung di Desa Ambal, Kecamatan Karangkobar, dan memberikan bantuan kepada para pengungsi yang rumahnya tertimpa tanah longsor.

Menurut Kepala Desa Sampang Purwanto, Presiden memberikan bantuan uang untuk setiap keluarga korban tanah longsor, terutama yang rumahnya tertimpa longsoran.

Selain itu, kata dia, Presiden juga memberikan bantuan uang Rp20 juta kepada Kepala Dusun Jemblung untuk memenuhi keperluan pengungsi selama beberapa hari.

Ia mengatakan di Dusun Jemblung ada 82 keluarga yang terdiri atas 253 orang. “Jumlah warga kami yang tertimbun sekitar 100 orang,” katanya.

Berdasarkan data sementara Posko Induk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, sudah ada 32 jenazah korban yang ditemukan, tujuh di antaranya belum teridentifikasi.

Sementara jumlah pengungsi secara keseluruhan mencapai 649 jiwa yang tersebar di 12 lokasi pengungsian. Para pengungsi tidak hanya berasal dari Dusun Jemblung, tetapi juga dusun lainnya yang terancam bencana tanah longsor. (Ant)