Rokok Elektrik Diyakini Bantu Hentikan Kebiasaan Merokok

Foto: vapenewsmagazine.com

Jakarta, Sayangi.com – Pecandu rokok yang beralih menggunakan rokok elektrik atau Vaporizer diyakini bisa mengurangi secara signifikan, bahkan menghentikan kebiasaan merokok.

Profesor Peter Hajek dari UK Centre for Tobacco and Alcohol mengatakan, hampir satu dari sepuluh perokok yang menggunakan rokok elektrik mampu keluar dari kebiasaan merokok setahun kemudian.

“Perokok yang sudah melakukan berbagai terapi untuk berhenti merokok tetapi gagal, harus mencoba membeli rokok elektrik. Data percobaan menunjukkan tidak ada efek samping yang serius dari penggunaan jangka panjang,” kata Peter, Kamis (18/12).

Pertanyaannya, apakah rokok elektrik memiliki kualitas keamanan yang baik atau tidak bagi kesehatan, terutama di kalangan anak muda yang menggunakannya, serta apakah hal tersebut benar-benar bisa penurunkan intensitas merokok.

“Meski keyakinan atas efek rokok elektronik itu terbatas pada hasil uji coba, hasilnya ternyata cukup menggembirakan,” ujarnya.

Dikatakannya, sekitar 2,1 juta warga Inggris menggunakan rokok elektrik bertenaga baterai. Perangkat ini sebenarnya masih memungkinkan pengguna untuk menghirup nikotin. Namun, secara signifikan, alat tersebut juga menghindari bahaya yang disebabkan oleh asap rokok jenis lain.

Profesor Robert West, Direktur Penelitian Tembakau di University College London, mengatakan, berdasarkan penelitian, perangkat tersebut telah membantu puluhan ribu pecandu menyetop kebiasaan merokok setiap tahunnya.

Profesor Robert West melakukan dua percobaan yang melibatkan 662 perokok. Sekitar 9 persen dari perokok yang menggunakan rokok elektrik ternyata mampu berhenti merokok sampai dengan satu tahun.

Di tempat lain, Dr John Middleton, Wakil Presiden Fakultas Kesehatan Masyarakat University College London, juga mengungkapkan pendapatnya mengenai manfaat rokok elektrik tersebut.

“Kami meyakini, sementara ini, rokok elektrik dapat membantu pecandu yang ingin berhenti. Meski kita belum memiliki cukup bukti dampaknya terhadap beberapa pengguna lain, terutama anak-anak, remaja, dan wanita,” pungkas John.