Rupiah Menguat ke Posisi Rp12.558 per Dolar AS

Foto: Sayangi.com

Jakarta,Sayangi.Com– Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis sore, bergerak menguat 109 poin menjadi Rp12.558 dibandingkan posisi sehari sebelumnya Rp12.667 per dolar AS.  Ini tren positif, karena pada Selasa (16/12) lalu, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS hampir menembus Rp13.000.

“Sejumlah mata uang emerging market, termasuk rupiah kembali menunjukan sentimen positif terhadap dolar AS,” kata Pengamat Pasar Uang Rully Nova di Jakarta, Kamis (18/12).

Rully mengemukakan, faktor utama penguatan rupiah datang dari pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), yang mengabarkan bahwa Bank Sentral AS (Federal Reserve) tidak akan terburu-buru untuk menaikkan suku bunganya (Fed rate).

“Tadi malam, the Fed memberikan sinyal belum akan menaikkan suku bunga dalam waktu cepat,” ucapnya.

Menurut Rully, sebagian investor mulai mengabaikan sentimen “Fed rate” sehingga potensi investor untuk kembali masuk ke Indonesia kembali terbuka.

“Sebelumnya, investor asing sempat melepas portofolionya di emerging market akibat cukup kuatnya ekspektasi kenaikan suku bunga Bank Sentra AS, namun saat ini potensi kembali cukup terbuka,” katanya.

Di sisi lain, lanjut Rully, sentimen dari dalam negeri juga cukup positif seiring dengan munculnya harapan terhadap pembangunan infrastruktur di dalam negeri yang akan menopang perekonomian Indonesia ke depan.

Kurs tengah Bank Indonesia pada Kamis ini mencatat mata uang rupiah bergerak menguat menjadi Rp12.565 dibandingkan hari sebelumnya, Rabu (17/12) di posisi Rp12.720 per dolar AS.