Rencananya, Akan Ada Penenggelaman Kapal Asing Lagi Bulan Ini

Jakarta, Sayangi.com – Dalam bulan ini, Badan Keamanan Laut (Bakamla) berencana kembali menenggelamkan kapal asing pencuri ikan dan penyelundup dengan skala yang lebih besar.
    
“Akhir tahun ini rencananya penembakan dan peledakan kapal itu dilakukan,” kata Plt Kepala Bakamla Laksamana Madya TNI D.A. Mamahit usai upacara Bela Negara di Monas, Jakarta, Jumat kemarin (19/20).

Ini merupakan kali kedua penenggelaman kapal asing setelah penenggelaman kapal asing bulan lalu, di perairan nambas, Kepulauan Riau..
    
Belum diungkap waktu dan lokasi penenggelaman kapal. Namun, Bakamla memastikan bahwa persiapan penenggelaman telah dilakukan jauh-jauh hari.
Terutama untuk sisi penegakan hukum kapal-kapal asing tersebut.

“Ada sejumlah kapal asing yang penegakan hukumnya selesai akhir tahun ini. Jumlah kapalnya tentu akan lebih banyak,” ungkapnya.
    
Selain penegakan hukum, Bakamla berkoordinasi dengan TNI Angkatan Laut (TNI AL), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), serta Kementerian Perhubungan untuk tata cara penenggelaman kapal.

“Yang pasti, nantinya bahan bakar minyak (BBM) dan peluru yang digunakan untuk menenggelamkan kapal menggunakan jatah harian. Jadi, tidak akan menambah biaya,” ujarnya.
    
Mengenai adakah langkah balasan dari sejumlah negara yang kapalnya ditenggelamkan? Mamahit menuturkan bahwa tidak ada penenggelaman kapal milik Indonesia setelah penenggelaman tiga kapal asing di perairan Anambas, Kepulauan Riau.
       
“Ya tidak ada yang membalas menenggelamkan kapal Indonesia. Sebab, sebenarnya mereka (negara lain) sudah duluan menenggelamkan kapal Indonesia. Terakhir, sepertinya Australia, tapi mereka melakukan proses hukum juga,” terangnya.
       
Masalah lainnya, saat ini Bakamla berupaya untuk meningkatkan system early warning untuk menjaga lautan Indonesia. Caranya, dengan menjadikan nelayan sebagai salah satu informan untuk mendeteksi kapal asing pencuri ikan atau penyelundup. Seperti halnya, laporan Wakil Bupati Anambas Abdul Haris seminggu lalu soal adanya kapal asing ilegal.

“Informasi itu didapat dari nelayan soal adanya kapal Asing di perairan Anambas. Begitu dapat info itu, kami langsung kejar kapalnya. Namun, sayang mereka sudah lari duluan. Untuk itu perlu cara yang lebih cepat, mungkin nelayan bisa melalui radio untuk melapor ke Bakamla atau TNI AL,” jelasnya.
       
Sementara Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Tedjo Edhy Purdijanto menjelaskan, saat ini pihaknya berupaya meningkatkan patrol keamanan laut.

Caranya, dengan patroli kapal gabungan, sehingga jumlah kapal yang patrol itu tidak hanya satu. “Ini dilakukan agar kapal pencuri ikan tidak melarikan diri,” ujarnya.