Tolak Dijadikan Budak Sex, 150 Wanita Irak Dipenggal ISIS

Baghdad, Sayangi.com – Sedikitnya 150 perempuan, beberapa diantaranya sedang mengandung, telah dihukum mati dengan cara dipenggal kepalanya oleh milisi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Mereka dipenggal karena menolak dijadikan budak sex oleh para milisi ISIS.

“Mereka dieksekusi di Fallujah oleh milisi Abu Anas Al-Libi setelah mereka menolak jihad Sex,” kata Kementerian Hak Asasi Manusia Irak dalam sebuah pernyataan yang kemudian diberitakan Nation.com.pk, Jumat (19/12).

Perempuan-perempuan tersebut tinggal di Irak barat, tepatnya di Provinsi Al-Anbar. Mereka diserang oleh milisi ISIS. Setelah dibunuh, jasad perempuan-perempuan itu dikubur di Fallujah.

Sebulan lalu, sedikitnya 50 anak dan perempuan dieksekusi oleh milisi ISIS dan dikubur di pemakaman di sebuah desa di Ras al-Maa. Mereka disuruh berdiri berjejer, kemudian milisi menembak mati mereka di hadapan orang banyak.

Selain melakukan eksekusi massal, milisi ISIS baru-baru ini mempublikasikan sebuah pamflet berisikan panduan bagi anggotanya tentang cara menangkap dan melakukan kejahatan seksual dengan menjadikan perempuan sebagai budak seks.