Suharso Monoarfa: Rupiah Anjlok Karena Indonesia Terlalu Cinta Dolar

Foto: Sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Satu-satunya negara yang menggandrungi mata uang asing seperti dolar adalah Indonesia. Indonesia terlalu cinta terhadap dolar, makanya rupiah anjlok.

Hal tersebut diungkapkan Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa dalam acara diskusi publik ‘Perspektif Indonesia’ di Gado-gado Boplo Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (20/12).

Suharso membandingkan Indonesia dengan beberapa negara di Asia Tenggara seperti di Filipina dan di Thailand. Di kedua negara itu, semua alat tukar dilakukan dengan mata uang sendiri. Menurut Suharso, virus mematikan telah mencengkeram sistem lalu lintas transaksi bisnis Indonesia.

“Di Thailand itu saja bisa diberlakukan Baht semua, kalau ke Filipina, pakai Peso semua,” tutur Suharso.

Carut marutnya sistem peredaran mata uang rupiah di Indonesia juga dikritik oleh pengamat pasar uang Fahrial Anwar. Dikatakan Fahrial, UU Kewajiban Peredaran Rupiah dalam transaksi perekonomian nasional tidak berjalan.

Fahrial mengaku kesal, UU Peredaran Rupiah Nasional seakan sengaja dibuat untuk tidak menguatkan mata uang dalam negeri.

“Masa di pelabuhan semua transaksi dolar. Di bandara, itu ada Visa on Arrival, harusnya juga pakai rupiah dong. Jadi, dipaksa semua orang kalau datang ke sini harus pakai rupiah,” kata Fahrial.