NU dan Muhammadiyah Dukung Eksekusi Mati Terpidana Narkoba

Foto: setkab.go.id

Jakarta,Sayangi.Com– Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj mendukung keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengeksekusi hukuman mati bagi narapidana (napi) produsen dan pengedar narkoba, bukan pengguna.

“NU mendukung keputusan Presiden menolak grasi terpidana hukuman mati bagi produsen dan pengedar narkoba. Hukuman mati sesuai dengan jaran Al Quran, di mana orang yang membuat kerusakan di muka bumi itu harus dihukum berat, dibunuh, disalib dan sebagainya,” kata Said Aqil Siradj, saat menerima Presiden Jokowi di Kantor PBNU, Rabu (24/12) pagi.

Jokowi tiba di Kantor PBNU sekitar pukul 08.30 WIB dengan didampingi Menteri Agama Lukman Hakim, Mensesneg Pratikno, Seskab Andi Wijayanto, dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar. Saat menerima Presiden Jokowi, Said Aqil didampingi oleh jajaran pengurus PBNU.

Seusai pertemuan yang berlangsung tertutup sekitar 45 menit, Presiden Jokowi menjelaskan, silaturahim antara dirinya dan sejumlah menteri dengan PBNU dimaksudkan untuk meminta pendapat mengenai sejumlah masalah, di antaranya masalah hukuman mati untuk pengedar narkoba, serta masalah terorisme dan radikalisme.

“Kami menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan hukuman mati terutama untuk pengedar narkoba. Kami mohon pandangan dari NU,” kata Jokowi, kepada wartawan.

Ke Kantor PP Muhammadiyah

Seusai mengunjungi kantor PBNU, Presiden Jokowi beserta rombongan langsung melanjutkan perjalanannya ke kantor PP Muhammadiyah, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Kedatangan Presiden Jokowi langsung disambut oleh tokoh senior Muhammadiyah Prof. K.H. Malik Fadjar dan Bambang Sudibyo, dan jajaran pengurus organisasi massa Islam tersebut.

Seperti saat mengunjungi PBNU, Presiden Jokowi mengatakan kunjungannya ke kantor PP Muhammadiyah dimaksudkan untuk mendapatkan pandangan dari Muhammadiyah berkaitan dengan radikalisme dan hukuman mati untuk pengedar narkoba.

“Muhammadiyah sepakat untuk mendukung kebijakan hukuman mati untuk pengedar narkoba mengingat mudhorot yang begitu besar terhadap masa depan anak bangsa,” kata Jokowi.

Ia menyebutkan, pertimbamgannya untuk melakukan hukuman mati bagi pengedar narkoba adalah kehidupan bangsa yang memutus generasi yang akan datang.

Sebelumnya, Presiden Jokowi telah berulangkali menyatakan bahwa ia tidak akan memberikan grasi bagi produsen dan pengedar narkoba.